
Workshop manajemen laboratorium yang digelar Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi berakhir pada Jumat. Penutupan ditandai dengan pertemuan bersama pimpinan Polije, konsultan Skills for Competitiveness (S4C), serta seluruh peserta.
Sesi penutupan berfokus pada refleksi, umpan balik, serta pembahasan peluang kolaborasi ke depan. Pihak Polije menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi signifikan para konsultan S4C yang telah memperkaya baik aspek teknis maupun praktik pedagogis dalam pelaksanaan program.
“Workshop ini tidak hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas akademik Polije melalui kolaborasi internasional. Kami berkomitmen menjaga kesinambungan kerja sama ini agar terus memberi manfaat bagi pendidikan vokasi dan dunia industri,” ujar Surateno, S.Kom., M.Kom., Wakil Direktur Bidang Akademik Polije.
Sementara itu, Sven Nägeli, selaku peneliti dari BFH-HAFL, memberikan apresiasi atas langkah proaktif Polije.
“Kami sangat terkesan dengan semangat dan keterlibatan semua pihak di Polije. Workshop ini menjadi fondasi kuat untuk membangun hubungan berkelanjutan antara akademisi dan industri, baik di tingkat lokal maupun global,” tuturnya.
Para peserta turut menyampaikan refleksi atas keseluruhan workshop. Mereka menilai pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dan penyusunan Standard Operating Procedures (SOPs) sebagai pengalaman berharga. Peserta juga mendorong tindak lanjut agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal di lingkungan kerja masing-masing.
Rangkaian pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara Polije dan S4C untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan dan riset. Suasana optimistis mewarnai akhir kegiatan yang menjadi puncak dari satu pekan pembelajaran intensif dan produktif.
Usai sesi resmi, peserta bersiap melanjutkan perjalanan menuju Surabaya, membawa pulang pengalaman, keterampilan, dan wawasan yang diperoleh selama workshop berlangsung.