Bondowoso Jadi Lokasi Implementasi Program Internasional WFK-ICT 2025

Politeknik Negeri Jember (Polije) bekerja sama dengan Kyungpook National University (KNU), Korea Selatan, resmi meluncurkan World Friends Korea – ICT (WFK-ICT) Volunteers Program 2025 di Kampus 2 Polije Bondowoso. Program internasional yang berlangsung pada 11–20 Agustus 2025 ini bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT) sekaligus mendukung implementasi Smart City di Bondowoso.

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa KNU dan Polije dalam tim kolaboratif untuk mengembangkan solusi inovatif yang mengintegrasikan teknologi digital dengan tata kelola perkotaan. Dengan adanya program ini, Bondowoso diharapkan mampu memperkuat infrastruktur digital dan meningkatkan layanan publik, sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong pengembangan kota cerdas di daerah.

Pada sesi pembukaan, para peserta melakukan presentasi tim dengan memperkenalkan latar belakang, keahlian, dan tujuan proyek mereka. Suasana kolaboratif pun terbangun, di mana mahasiswa Indonesia dan Korea saling bertukar ide tentang pemanfaatan ICT untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal.

Salah satu peserta dari Polije, Regina Qothrun Nada, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini.

“Kami belajar banyak tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga bagaimana bekerja lintas budaya. Ini pengalaman berharga yang membuat kami semakin yakin bahwa inovasi bisa lahir dari kerja sama internasional,” ujarnya.

Proyek Smart City yang dikembangkan berfokus pada sejumlah aspek utama, antara lain pemetaan digital, manajemen sampah cerdas, e-governance, serta penerapan Internet of Things (IoT) untuk layanan publik. Prototipe yang sedang dirancang akan diuji coba di lingkungan kampus sebelum berpotensi diterapkan lebih luas di masyarakat Bondowoso.

Selain fokus teknis, program ini juga memfasilitasi pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea melalui kegiatan interaktif seperti berbagi bahasa, permainan tradisional, hingga pertunjukan seni. Kegiatan ini memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus membangun persahabatan jangka panjang di luar ruang akademik.

Kehadiran relawan WFK-ICT 2025 juga melibatkan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam diskusi, sehingga solusi yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan lokal. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat kesiapan Bondowoso dalam menghadapi transformasi digital.

Sebagai penutup, peserta akan mempresentasikan hasil akhir berupa prototipe dan rekomendasi untuk pengembangan Smart City. Hasil tersebut akan menjadi fondasi kerja sama berkelanjutan antara Polije, KNU, dan pemerintah daerah, membuka jalan bagi inovasi berkelanjutan serta penguatan kerja sama internasional di masa depan.