ASESMEN LAPANG LAM TEKNIK: PRODI KETEKNIKAN PERTANIAN POLIJE MANTAPKAN LANGKAH MENUJU AKREDITASI UNGGUL

Politeknik Negeri Jember (Polije), melalui Program Studi (Prodi) Keteknikan Pertanian yang berada di bawah naungan Jurusan Teknologi Pertanian, menerima kunjungan tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan asesmen lapang yang menjadi salah satu syarat penilaian akreditasi program studi berdasarkan standar mutu nasional.

Tim asesor yang melakukan asesmen terdiri dari dua orang akademisi berpengalaman, yakni Drs. Sidiq Ruswanto, M.Si., selaku ketua asesor dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan Dr. Satworo Adiwidodo, S.T., M.T., selaku anggota asesor dari Politeknik Negeri Malang (Polinema). Keduanya memiliki latar belakang akademik dan profesional yang kuat dalam bidang keteknikan, serta telah berpengalaman dalam melakukan evaluasi mutu pendidikan tinggi vokasi di berbagai institusi di Indonesia.

Kegiatan asesmen ini bertujuan untuk meninjau secara langsung implementasi kurikulum, proses pembelajaran, kualitas sumber daya manusia, serta fasilitas penunjang yang dimiliki oleh Prodi Keteknikan Pertanian. Dalam proses visitasi, tim asesor melakukan diskusi dengan pimpinan jurusan, dosen, mahasiswa, alumni, serta stakeholder eksternal untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kualitas penyelenggaraan pendidikan di program studi tersebut.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim asesor dan menegaskan kesiapan institusi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasional berbasis keunggulan.

“Polije, khususnya Prodi Keteknikan Pertanian, memiliki banyak sekali keunggulan. Salah satunya adalah fasilitas yang kami miliki seperti laboratorium terintegrasi dan Teaching Factory (Tefa), yang menjadi sarana utama untuk mendukung proses pembelajaran berbasis praktik,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan bahwa keberadaan Tefa di Polije tidak hanya berfungsi sebagai tempat praktik mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang inovasi dan produksi yang melibatkan mahasiswa dalam sistem kerja nyata. Hal ini menjadi salah satu ciri khas pendidikan vokasi di Polije yang berorientasi pada kesiapan kerja dan kemandirian lulusan.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian, beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan, turut mendampingi kegiatan asesmen. Mereka menampilkan berbagai dokumen dan portofolio kegiatan akademik, capaian pembelajaran, kerja sama industri, serta capaian prestasi mahasiswa yang telah diraih. Dalam sesi tanya jawab dan wawancara, tim asesor juga mengevaluasi sejauh mana kurikulum disusun berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan keterkaitannya dengan profil lulusan.

Sementara itu, mahasiswa aktif dan alumni turut memberikan testimoni mengenai pengalaman belajar mereka selama di Prodi Keteknikan Pertanian. Para alumni menyampaikan bahwa bekal keterampilan teknis dan pengalaman praktik yang mereka peroleh sangat berguna dalam dunia kerja, terutama di bidang mekanisasi pertanian dan manajemen teknologi pertanian presisi.

Kegiatan asesmen lapang ini diharapkan menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan mutu institusi dan program studi, sekaligus mendukung pencapaian target akreditasi unggul. Polije terus berkomitmen untuk menjadi pelopor pendidikan tinggi vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, khususnya dalam sektor pertanian modern.

Melalui proses akreditasi ini, Prodi Keteknikan Pertanian Polije menegaskan perannya sebagai program studi strategis yang berkontribusi langsung dalam mencetak sumber daya manusia profesional dan berdaya saing global di bidang keteknikan pertanian. (hnf)