Menggerakkan Kampus,
Tanpa Menggerakkan Emisi.
Bagaimana Politeknik Negeri Jember (Polije) membangun ekosistem transportasi hijau — dari shuttle listrik hingga jalur pejalan kaki bertenaga surya — untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Memahami Beban Kendaraan Kampus
Langkah pertama menuju kampus berkelanjutan adalah mengukur. Berdasarkan evidensi UI GreenMetric, total 9.077 kendaraan (mobil dan sepeda motor) terdata beraktivitas di lingkungan kampus — angka yang menjadi dasar kebijakan pengendalian kendaraan pribadi.
Dominasi sepeda motor (93%) menjadikan program alih moda — shuttle, sepeda, dan jalur pejalan kaki — sebagai kunci penurunan emisi.
Shuttle Buggy Polije: Transit Listrik Bebas Polusi
Polije mengoperasikan armada golf cart listrik (buggy) yang nyaman dan bebas polusi sebagai transportasi internal kampus. Layanan terbagi dalam dua rute strategis, masing-masing dilengkapi rambu peta transit di setiap halte agar penumpang mudah memantau arah perjalanan.
Rute Shuttle Buggy Polije A
Parkir Mobil Kantor Pusat → Masjid → Bundaran Tugu Polije → Lab. Biosain → Perempatan Jurusan Teknik → Jurusan Peternakan → Gedung Terpadu Agribisnis → Kandang Sapi → TeFa Grafika → Pos Satpam Utara
⏱ Operasional 06.30 – 08.30Rute Shuttle Buggy Polije B
GOR 45 → Bundaran Tugu Polije → Lab. Biosain → Perempatan Jurusan Teknik → Prodi TPB → Smart Green House → Pos Satpam Utara
⏱ Operasional 06.30 – 08.30Foto: Evidensi UI GreenMetric Polije, butir 5.5 Shuttle Services.
Hasilnya: mobilitas antargedung menjadi lebih efisien, hemat waktu, dan mendukung konsep green campus.
Kebijakan Kendaraan Nol Emisi (ZEV)
Polije menerapkan kebijakan Zero Emission Vehicle secara aktif melalui armada kendaraan listrik yang beragam:
Keunggulan Polije terletak pada integrasi ZEV dengan fasilitas akademik: Tefa Auto Hub bukan sekadar bengkel perawatan armada, melainkan pusat riset dan laboratorium praktik bagi mahasiswa teknologi otomotif berbasis energi terbarukan — bukti nyata pendidikan vokasi menurunkan jejak karbon sekaligus mencetak inovator ramah lingkungan.
Foto: Evidensi UI GreenMetric Polije, butir 5.9 Zero Emission Vehicles (ZEV) Policy.
Lahan untuk Ruang Hijau, Bukan Parkir
Dari total luas kampus 380.753 m², area parkir hanya 17.111 m² — rasio 0,045. Artinya, lebih dari 95% lahan kampus dialokasikan untuk fungsi akademik, ruang terbuka hijau, dan kebun percobaan.
Kampus juga menerapkan zona parkir terbatas per gedung jurusan serta menyediakan peminjaman sepeda gratis untuk menekan kebutuhan lahan parkir baru.
Foto: Evidensi UI GreenMetric Polije, butir 5.13 & 5.14.
Empat Inisiatif Mengurangi Kendaraan Pribadi
Inisiatif ini diperkuat kebijakan jalur pejalan kaki: jalur selebar 1–2 meter yang memisahkan pejalan kaki dari kendaraan roda dua dan roda empat, sebagian dilengkapi kanopi, tempat duduk, dan penerangan bertenaga surya — menjadikan berjalan kaki pilihan yang aman dan nyaman.
Foto: Evidensi UI GreenMetric Polije, butir 5.15 & 5.16.
Kontribusi terhadap SDGs 2030
Seluruh program transportasi Polije terintegrasi dalam satu ekosistem yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan:
Kehidupan Sehat & Sejahtera
Meminimalkan paparan polusi serta mendorong budaya berjalan kaki dan gaya hidup aktif di ruang terbuka hijau kampus.
Energi Bersih & Terjangkau
Penyediaan ratusan sepeda listrik serta inovasi mobil listrik tenaga surya dan traktor listrik karya mahasiswa.
Konsumsi & Produksi Bertanggung Jawab
Sistem mobilitas berbagi (shared mobility) dengan jalur sepeda listrik khusus untuk pemanfaatan sumber daya bersama.
Penanganan Perubahan Iklim
Living laboratory dan Tefa Auto Hub untuk perawatan kendaraan listrik sebagai mitigasi iklim nyata di kampus.
Kesimpulan: melalui pengukuran beban kendaraan, shuttle listrik, kebijakan ZEV, pembatasan parkir, dan fasilitas pejalan kaki, Polije membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu menciptakan sistem transportasi rendah karbon yang aman, inklusif, dan ramah lingkungan — kampus yang benar-benar berdampak bagi lingkungan dan masa depan.