
JEMBER – PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) resmi menggandeng Politeknik Negeri Jember (Polije). Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) penting di kampus Polije. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi nyata antara dunia industri dan pendidikan vokasi.
Perusahaan multinasional ini membawa beberapa program kerja sama konkret yang saling menguntungkan. PKN mengirimkan 17 mahasiswa daerah untuk menempuh studi khusus di kampus Polije. Selain itu, mereka membuka program magang industri dan mengucurkan 12 paket beasiswa penuh untuk mahasiswa berprestasi.
SPJ Suptend PT PKN, Novrizal M. Arifin, memuji rekam jejak Polije secara terbuka. Ia menganggap kurikulum terapan Polije sangat adaptif dengan iklim bisnis modern.
“Kami menilai Polije sebagai salah satu kampus terbaik yang mampu mendukung terwujudnya berbagai program dan visi perusahaan,” ujar Novrizal M. Arifin saat memberikan sambutan.
Novrizal juga optimistis kolaborasi ini akan menghasilkan peta jalan industri yang berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara dunia industri dan perguruan tinggi,” imbuhnya saat acara penandatanganan.
Manajemen kampus menyambut gembira kemitraan jangka panjang ini. Wakil Direktur Bidang Akademik dan Perencanaan Polije, Ir. Surateno, S.Kom., M.Kom., langsung memimpin jalannya diskusi kerja sama. Ia menilai langkah ini sebagai bukti nyata keberhasilan konsep link and match di lingkungan kampus terapan.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan besar dari PT Pesona Khatulistiwa Nusantara kepada kampus kami,” ungkap Surateno dengan penuh antusias.
Surateno memastikan seluruh jajaran dosen dan laboratorium Polije siap mengawal kerja sama ini. Kampus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak gagap saat masuk ke dalam ekosistem kerja.
“Polije berkomitmen penuh untuk menyiapkan SDM yang kompeten, adaptif, dan siap menjawab tantangan spesifik dunia industri saat ini,” tegas Surateno secara mantap.
Melalui komitmen bersama ini, Polije dan PT PKN yakin bisa melahirkan inovasi baru yang mendorong produktivitas industri nasional.