Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Jember (Polije) menyelenggarakan forum musyawarah terbuka. Mereka menggelar acara bertajuk Dialog Pimpinan 2026 bersama jajaran pimpinan Polije pada Rabu (17/06/2026). Forum akademik ini berfungsi sebagai wadah komunikasi dua arah untuk menampung saran, aspirasi langsung, serta evaluasi kritis mahasiswa.
Pada awalnya, pihak rektorat menilai agenda ini memegang peranan sangat vital. Forum tersebut ikut membantu penyusunan peta jalan pengembangan kampus masa depan. Langkah taktis ini melibatkan kontribusi aktif seluruh elemen civitas akademika agar kebijakan strategis lembaga selalu berjalan selaras dengan kebutuhan nyata mahasiswa.
“Kami memandang forum ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah musyawarah keluarga besar Polije untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan evaluasi demi kemajuan institusi,” ujar Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P.
Oleh karena itu, pimpinan akan menginventarisasi seluruh masukan tertulis dari BEM Polije secara saksama. Otoritas lembaga berkomitmen memasukkan poin-poin prioritas tersebut ke dalam draf rencana pelaksanaan program kerja. Rencana kerja ini akan masuk pada tahun anggaran berikutnya.
“Kami membawa berbagai catatan penting mengenai fasilitas penunjang serta kebijakan UKT agar pihak pimpinan Polije memberikan solusi konkret yang berpihak pada kesejahteraan mahasiswa,” tegas Presiden Mahasiswa BEM Polije, Keisha Rafli Ar Rachman.
Di samping itu, kehadiran perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan turut memperkaya muatan diskusi teknis. Mereka membahas fasilitas asrama serta ruang sekretariat organisasi. Alhasil, jajaran pimpinan merespons positif lembar rekomendasi tersebut dan berjanji akan mengkaji kemampuan anggaran internal kampus secara berkala.
“Kami menargetkan transformasi Polije menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada tahun 2029 tanpa menaikkan biaya kuliah mahasiswa,” lanjut Saiful Anwar saat memaparkan rencana ekspansi bisnis sektor vokasi.
Sejalan dengan hal itu, pihak kampus akan mengoptimalkan kinerja unit usaha. Mereka juga akan memperluas jalinan kerja sama industri nasional serta memacu hilirisasi produk inovasi para dosen. Langkah ini menjadi strategi utama dalam menggalang sumber pendanaan produktif guna memperluas akses pendidikan terapan di berbagai daerah.