
Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menggelar pameran Final Mentions 2026 dengan mengusung tema Enhancing Awareness and Education on Digestive System Health as a Pillar of Sustainable Health Development.
Kegiatan akademik berbasis Project Based Learning tersebut melibatkan kolaborasi intensif dari tiga program studi strategis. Sebab, pihak kampus berkomitmen mengintegrasikan berbagai mata kuliah teori ke dalam sebuah proyek praktik inovatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan bahwa hasil karya kreatif para mahasiswa selalu mengikuti perkembangan dunia medis modern. Alhasil, pihak kampus sengaja mengundang para pemangku kebijakan dari Dinas Kesehatan serta asosiasi profesi ke lokasi pameran.
“Melalui integrasi berbagai mata kuliah dalam kegiatan praktik, mahasiswa berhasil menghasilkan karya-karya kreatif,” ujar Saiful Anwar.
Pimpinan kampus berharap pameran inovasi pelayanan kesehatan ini mampu memberikan dampak positif secara nyata bagi publik luas. Maka dari itu, kolaborasi erat bersama tokoh masyarakat akan mempermudah jalannya hilirisasi produk ciptaan mahasiswa.
“Diharapkan, PBL ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan sektor kesehatan,” lanjut Saiful.
Selanjutnya, akademisi senior Dr Ir Rindiani MP menyoroti pentingnya pembekalan jiwa kewirausahaan bagi para calon tenaga medis muda. Oleh sebab itu, institusi pendidikan vokasi wajib mengajarkan strategi pemasaran produk agar hasil karya mahasiswa memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Dosen dan institusi perlu membangun jiwa serta keterampilan berwirausaha mahasiswa sejak masa perkuliahan,” kata Rindiani.
Penumbuhan keterampilan bisnis yang matang akan mengubah pola pikir mahasiswa setelah menyelesaikan masa studi di bangku kuliah. Jadi, para lulusan baru tidak hanya mampu menciptakan inovasi melainkan juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan produk, tetapi juga dapat membuka peluang usaha,” pungkas Rindiani.