
Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan pameran bertajuk Gelar Produk Project Based Learning Jurusan Teknologi Pertanian. Oleh karena itu, ajang tahunan ini menjadi wadah unjuk gigi bagi kreativitas mahasiswa dalam menciptakan inovasi pangan berkelanjutan.
Kegiatan yang bertema “Sinergi Teknologi Pertanian dan Rekayasa Pangan dalam Menciptakan Sistem Produksi dan Produk Pangan Inovatif dan Berkelanjutan guna Mendukung Ketahanan Pangan” tersebut melibatkan kolaborasi intensif dari tiga program studi yakni TRP, TEP, dan TIP.
Sebab, pihak kampus berkomitmen mengintegrasikan berbagai mata kuliah teori ke dalam sebuah kegiatan praktik yang nyata.
Direktur Polije Saiful Anwar menjelaskan bahwa metode pembelajaran ini melatih mahasiswa menguasai seluruh rantai industri bisnis. Alhasil, para peserta pameran mampu mengasah kemampuan teknis proses produksi hingga menyusun strategi pemasaran produk.
“Kegiatan PBL Jurusan Teknologi Pertanian yang melibatkan tiga program studi menjadi inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata kuliah,” ujar Saiful Anwar.
Sementara itu, pameran inovatif tersebut turut menguji mentalitas mahasiswa melalui pelaksanaan uji publik produk secara langsung. Maka dari itu, pihak manajemen kampus berharap kurikulum vokasi ini melahirkan wirausahawan baru yang kompeten.
“Melalui PBL, mahasiswa dapat menjadi wirausahawan muda yang berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran,” lanjut Saiful.
Selanjutnya, mahasiswa program studi Teknologi Rekayasa Pangan Vita Marvella Anatasya merasakan dampak positif yang besar dari sistem perkuliahan ini. Oleh sebab itu, model pembelajaran praktis tersebut sangat membantu peningkatan kompetensi kerja tim dan manajemen waktu.
“Banyak hal yang didapatkan dari metode pembelajaran PBL terutama melatih kerja sama, RnD, pengolahan pangan, dan tanggung jawab,” pungkas Vita Marvella.