
Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dan Bimbingan Teknis Pertanian (Semanis Tani) 2026 untuk mendukung sektor pangan yang maju. Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP., M.P., membuka secara resmi agenda tahunan yang kini memasuki pelaksanaan ke-7 tersebut.
Pimpinan tertinggi Polije tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul. Sebab, penguatan kualitas SDM menjadi kunci utama dalam menghadapi ketatnya tantangan global saat ini.
“Perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul melalui pembelajaran berbasis praktik,” ujar Direktur Saiful Anwar.
Sementara itu, Ketua Jurusan Produksi Pertanian Ir. Dwi Rahmawati, S.P., M.P., IPM., menjelaskan bahwa forum ilmiah ini sengaja melibatkan akademisi, pemerintah, hingga pelaku usaha. Alhasil, sinergi kuat antar sektor ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru bagi pertanian Indonesia.
“Penguatan kualitas SDM pertanian menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” lanjut Saiful Anwar.

Selanjutnya, pihak jurusan berkomitmen penuh untuk terus memperluas jejaring kerja sama guna memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Maka dari itu, implementasi teknologi yang tepat guna menjadi fokus utama dalam setiap sesi diskusi paralel.
“Semanis Tani 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi dan inovasi untuk mendukung pembangunan pertanian,” tegas Ketua Jurusan Dwi Rahmawati.
Di sisi lain, Ketua Panitia Dewi Puspa Arisandi, S.P., M.Biotek., melaporkan bahwa ratusan peserta dari 23 provinsi tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara secara hybrid. Oleh sebab itu, panitia turut memadukan seminar umum dengan pameran produk inovatif hasil belajar mahasiswa.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pertanian Indonesia yang berkelanjutan,” sambung Dwi Rahmawati.