Inovasi Kerupuk Biji Durian Mahasiswa Polije Usung Green Economy

Kelompok mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menciptakan produk camilan inovatif bermerek Duri Crackers. Oleh karena itu, tim mahasiswa ini memanfaatkan limbah biji durian menjadi komoditas pangan yang bernilai ekonomi tinggi.

Ketua Tim Jefri Rasio memimpin langsung proyek kreatif ini bersama delapan anggota lintas talenta. Anggota tersebut meliputi Dwi Handayani, Salma Aprilia Eka, Yulia Firdausi, Nabila Aimatul Umami, Ayu Lestari, Muhammad Rafif Rizqi, Kalyana Puspa Jendraningrum, serta Mirda Tri Aftorika.

Jefri menjelaskan bahwa Kabupaten Jember memiliki potensi produksi buah durian yang sangat melimpah sepanjang tahun. Namun, masyarakat lokal biasanya langsung membuang biji durian begitu saja sehingga menumpuk menjadi limbah organik.

“Kami menghadirkan Duri Crackers untuk mengimplementasikan konsep green economy melalui pemanfaatan bahan circular yang tidak terpakai,” ujar Ketua Tim Jefri Rasio.

Selanjutnya, tim mengolah biji durian tersebut bersama tepung terigu, tepung tapioka, tepung mawar, bawang putih, baking soda, serta cabai bubuk. Alhasil, perpaduan komposisi ini menghasilkan tekstur kerupuk yang renyah dengan cita rasa gurih pedas yang memikat.

Produk kreatif ini mengukir sejarah sebagai pelopor kerupuk biji durian pertama di wilayah Kabupaten Jember. Selain menawarkan keunikan bahan baku, produk ini mengemas kandungan gizi tinggi seperti karbohidrat dan serat dalam desain kemasan modern.

Melalui program Project Based Learning (PBL) ini, para mahasiswa juga berhasil membangun jejaring bisnis baru bersama mitra dagang. Jadi, skema pembelajaran lapangan ini efektif melatih kemandirian dan mengasah keterampilan berwirausaha mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.

“Kami berharap mampu melakukan ekspansi pasar yang lebih besar serta mencicipi kembali program PBL di luar lingkungan kampus,” pungkas Jefri menyampaikan target masa depan timnya.