
Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan acara talkshow edukatif di Kampus Utama, Senin (25/5/2026). Oleh karena itu, kegiatan bersama Yayasan Tanoker ini menjadi bukti nyata penerapan sistem pembelajaran Project Based Learning (PBL).
Dosen Bahasa Inggris Polije Nodistya Septian Indrastana, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengintegrasikan tiga mata kuliah sekaligus. Komponen tersebut meliputi mata kuliah Content Creation, Media Development, serta Public Relations untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa terhadap budaya lokal.
“Kami meyakini bahwa pembelajaran terbaik tidak hanya berasal dari teori, tetapi juga dari pengalaman dan kepedulian sosial,” ujar Nodistya Septian Indrastana.
Sementara itu, Ketua Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata Polije Enik Rukiati, M.Pd., mengaku sangat bangga melihat kompetensi para mahasiswa. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa skema PBL ini juga melibatkan kolaborasi aktif dari rumpun Program Studi Destinasi Pariwisata dan Produksi Media.
“Kami mengarahkan kegiatan ini sebagai sarana utama mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata mengelola sebuah acara,” jelas Enik Rukiati.
Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi dengan mitra luar menjadi modal berharga bagi mahasiswa sebelum menghadapi dunia kerja secara langsung. Alhasil, jurusan terus berkomitmen menyediakan ruang kreasi guna mendongkrak daya saing lulusan di pasar industri kreatif.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan P4MP Polije Asep Samsudin, S.Pd., M.Li., menegaskan bahwa PBL merupakan ruh utama pendidikan vokasi. Walaupun kini tidak lagi menjadi indikator kinerja utama, kampus tetap mempertahankan sistem ini sebagai budaya belajar yang wajib.
“PBL sempat mengantarkan Polije meraih capaian terbaik kedua nasional pada tahun 2024,” ungkap Asep Samsudin.
Lebih lanjut, P4MP Polije terus mendorong akselerasi implementasi PBL yang berbasis pada fasilitas industri atau Teaching Factory (Tefa). Sinergi terstruktur ini bertujuan agar hasil karya inovatif serta produk tugas akhir mahasiswa memiliki nilai komersial yang tinggi.