Tarik Minat Industri, Polije Jajaki Kerja Sama Strategis dengan PT Mirota KSM

Manajemen PT Mirota KSM Yogyakarta mengunjungi Politeknik Negeri Jember (Polije) untuk menjajaki kerja sama pengembangan TEFA (teaching factory). Pertemuan ini menjadi ajang diskusi mengenai potensi kolaborasi yang saling menguntungkan antara dunia pendidikan vokasi dan industri, terutama pada lini produksi susu UHT.

General Manager PT Mirota KSM, Andri Admanto, mengaku tertarik berkolaborasi setelah melihat informasi TEFA Polije di media sosial. Hal tersebut mendorong perusahaan mengajukan diskusi lebih lanjut guna membuka peluang kerja sama yang konkret.

“Kami tertarik setelah melihat informasi mengenai teaching factory Polije melalui media sosial, khususnya terkait lini produksi UHT,” ujar Andri Admanto.

Selanjutnya, Andri Admanto berharap diskusi ini dapat menghasilkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Pihaknya juga melirik sektor lain seperti pengemasan dan pakan ternak untuk dikembangkan bersama.

“Melalui diskusi ini, kedua pihak berharap dapat menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan antara Politeknik Negeri Jember dan PT Mirota KSM, khususnya dalam pengembangan teaching factory dan dunia industri,” tambah Andri Admanto.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyambut hangat kunjungan tersebut dan memperkenalkan fasilitas unggulan kampus. Ia menjelaskan bahwa Polije konsisten mengusung konsep sebagai “kampus TEFA” yang telah bermitra dengan berbagai industri besar maupun UMKM.

“Kami memang mengklaim sebagai kampus teaching factory karena banyak sekali teaching factory representatif yang sudah bergabung dengan berbagai industri,” ungkap Saiful Anwar.

Selain sebagai sarana belajar mahasiswa, fasilitas tersebut juga berfungsi memperkuat kapasitas industri melalui riset dan hilirisasi inovasi. Saiful Anwar menegaskan bahwa teknologi yang digunakan di TEFA Polije sudah sangat mumpuni untuk mendukung kebutuhan pasar industri.

“Seluruh fasilitas tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga mendukung penguatan kapasitas UMKM dan kebutuhan industri,” tegas Saiful Anwar.

Pada akhir pertemuan, Direktur Polije berharap diskusi ini segera menghasilkan langkah kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Sinergi ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.