Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar ekshibisi produk berbasis Project Based Learning (PBL). Dalam acara ini, mahasiswa semester 4 Program Studi Manajemen Agribisnis menghadirkan 15 stand produk agribisnis hasil inovasi mereka.
Mahasiswa menampilkan berbagai produk yang merupakan implementasi nyata dari mata kuliah kolaborasi, manajemen agribisnis, hingga kewirausahaan. Ketua Jurusan Manajemen Agribisnis, Taufik Hidayat, S.E., M.Si., berharap produk mahasiswa ini tidak berhenti sebagai tugas akademik semata.
“Melalui PBL ini, kami berharap mahasiswa dapat mengomersialkan produk yang mereka hasilkan sehingga menjadi peluang usaha. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya entrepreneur muda di bidang agribisnis,” ujar Taufik Hidayat.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Perencanaan, Ir. Surateno, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa Expo hasil PBL merupakan komitmen rutin institusi. Menurutnya, metode pembelajaran inovatif ini sangat penting untuk memperkuat soft skill mahasiswa di abad ke-21.
“Mahasiswa harus menguasai kemampuan communication, collaboration, hingga critical thinking. Sebab, kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi disrupsi teknologi, termasuk perkembangan AI saat ini,” tutur Surateno.
Lebih lanjut, Surateno mendorong mahasiswa agar mampu mengidentifikasi masalah nyata di lapangan. Maka dari itu, mereka harus menghadirkan solusi kreatif melalui berbagai inovasi produk yang unggul.
Meskipun teknologi AI berkembang pesat, Surateno memposisikan teknologi tersebut hanya sebagai alat bantu. Jadi, peran utama dalam menciptakan inovasi tetap berada pada sumber daya manusia unggul dari lulusan Polije.
“Mahasiswa harus mampu memberikan solusi kreatif. Sebab, AI hanyalah alat bantu, sementara penentu kesuksesan tetaplah SDM yang berkualitas,” pungkas Surateno.