
Politeknik Negeri Jember (Polije) menyelenggarakan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di kampus utama. Acara tersebut mengusung tema besar “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Oleh karena itu, momentum ini menjadi pijakan penting bagi transformasi pendidikan vokasi di Indonesia secara menyeluruh.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., memaparkan tiga poin utama dalam proses transformasi pendidikan saat ini. Poin tersebut meliputi pendidikan inklusif, kolaborasi solutif, serta riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, Polije terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga mutu pendidikan bagi seluruh rakyat.
“Tentu di kesempatan yang berbahagia ini tema Hardiknas adalah menguatkan partisipasi semesta dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua,” ujar Saiful Anwar, Senin (4/5/2026).
Selanjutnya, Saiful menjelaskan langkah nyata pendidikan inklusif melalui keberadaan kampus di Pulau Sabu Raijua, NTT. Kehadiran kampus di daerah 3T tersebut membuktikan upaya aktif Polije dalam memperluas jangkauan akses pendidikan. Maka dari itu, Polije sukses meruntuhkan hambatan jarak bagi anak bangsa yang ingin menimba ilmu.
“Berbicara pada perluasan akses pendidikan yang inklusif, salah satu sasaran kita adalah di daerah 3T melalui kampus Sabu Raijua,” tambah Saiful Anwar.
Selain itu, Polije terus meningkatkan peran teaching factory melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan komunitas. Kolaborasi ini bertujuan menghasilkan solusi inovatif atas berbagai masalah yang sering muncul di tengah masyarakat. Dengan demikian, setiap riset kampus harus memberikan manfaat praktis yang dapat dirasakan langsung oleh publik.
“Kami ingin kolaborasi dan riset yang Politeknik Negeri Jember lakukan dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Singkatnya, peringatan Hardiknas 2026 di Polije menjadi simbol penguatan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif. Melalui partisipasi semesta, pihak kampus merasa optimis dapat mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan vokasi di masa depan. Hal ini sangat penting demi mencetak generasi unggul yang siap memberikan kontribusi besar secara nasional.