
Sebanyak 470 mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk tahun anggaran 2026. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi Polije, Wahyu Kurnia Dewanto, menyebut Pemerintah Kabupaten Jember mengelola penuh seluruh proses seleksi peserta.
“Seleksi penerima beasiswa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, sehingga pihak kampus tidak terlibat langsung dalam proses seleksi tersebut,” ujar Wahyu Kurnia Dewanto, Jumat (6/3).
Wahyu menjelaskan bahwa bantuan ini mencakup berbagai skema, mulai dari subsidi UKT hingga uang saku bulanan. Program tersebut menyasar mahasiswa berprestasi dan warga kurang mampu guna menunjang kelancaran studi di kampus vokasi.
“Beasiswa yang diberikan memiliki beberapa skema, seperti bantuan UKT, bantuan biaya hidup bulanan, serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu,” tambahnya.
Meskipun kuota terbatas, Wahyu meminta mahasiswa yang belum lolos agar tidak berkecil hati dan mencoba lagi tahun depan. Langkah ini mendukung komitmen Politeknik Negeri Jember perkuat pendidikan vokasi melalui pemerataan akses bantuan finansial.
“Jumlah penerima beasiswa terbatas, sehingga tidak semua mahasiswa dapat menerima pada satu waktu,” jelas Wahyu mengenai persaingan ketat tersebut.
Selanjutnya, manajemen kampus mengimbau para penerima beasiswa agar fokus meningkatkan kualitas akademik mereka. Wahyu menegaskan bahwa bantuan dari Kabupaten Jember ini merupakan amanah yang menuntut prestasi membanggakan sebagai imbal balik.
“Kampus juga mengingatkan agar penerima beasiswa memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin untuk meningkatkan prestasi akademik,” tegas Wahyu.