
Politeknik Negeri Jember (Polije) meluncurkan aplikasi kecerdasan buatan bernama AI Kusta Care. Teknologi ini memungkinkan masyarakat mendeteksi gejala penyakit kusta secara mandiri hanya melalui foto kulit.
Dosen Polije Tegar Wahyu Yudha Pratama menegaskan bahwa aplikasi ini merespons masih adanya kasus kusta di Jember. Oleh karena itu, timnya merancang sistem ini sebagai alat bantu untuk memutus rantai penularan dan mencegah keterlambatan diagnosis medis.
“Target standar global adalah nol kasus, sementara penderita masih ditemukan di beberapa puskesmas. Hal inilah yang mendorong kami menciptakan AI Kusta Care,” ujar Tegar Wahyu, Selasa (3/3).
Cara kerja aplikasi ini tergolong praktis karena pengguna cukup memotret bercak pada kulit yang mencurigakan. Selanjutnya, algoritma kecerdasan buatan akan membandingkan foto tersebut dengan ribuan data citra medis dalam sistem secara otomatis.
Saat ini, masyarakat sudah bisa mengunduh AI Kusta Care melalui Playstore karena bersifat sumber terbuka (open source). Sejak masa uji coba, aplikasi ini telah membantu lebih dari 50 pengguna dalam melakukan pemeriksaan awal secara digital.
“Sistem bekerja dengan menganalisis citra kulit dan membandingkannya langsung dengan basis data yang tersedia di dalam aplikasi,” tambah Tegar.
Sementara itu, pengembang aplikasi lainnya, Sabran, berencana mengintegrasikan hasil skrining langsung ke sistem puskesmas. Langkah ini bertujuan agar tenaga medis bisa segera memantau dan memberikan tindakan lanjutan jika sistem menemukan indikasi positif pada warga.
Oleh karena itu, penyempurnaan akurasi melalui penambahan basis data terus dilakukan secara berkala. Tim pengembang optimistis inovasi ini mampu membantu hingga 80 persen target eliminasi kusta di Kabupaten Jember melalui percepatan deteksi dini.