Dosen Polije Kembangkan Alat Pengasapan Ikan Tenaga Surya Ramah Lingkungan

Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menghadirkan inovasi teknologi tepat guna bagi sektor perikanan. Risse Entikaria Rachmanita memimpin timnya mengembangkan alat pengasapan ikan berbasis tenaga surya yang terintegrasi dengan sistem pirolisis dan kondenser spiral berpendingin alami.

Melalui pendanaan Program DPPM BIMA Tahun 2025, inovasi ini memodifikasi alat pengasapan konvensional agar lebih efisien. Modifikasi tersebut memungkinkan asap pembakaran tidak lagi terbuang ke udara, melainkan berubah menjadi asap cair yang stabil dan bernilai ekonomi tinggi.

“Selama ini asap hasil pengasapan ikan sebagian besar terlepas ke udara dan berpotensi mencemari lingkungan. Dengan sistem pirolisis dan pendinginan alami ini, asap dapat dikondensasikan menjadi asap cair yang lebih aman dan memiliki banyak manfaat,” ujar Risse Entikaria Rachmanita, Jumat (9/1/26).

Risse menjelaskan bahwa asap cair tersebut dapat berfungsi sebagai pengawet alami maupun produk turunan lainnya. Selain itu, sistem pendinginan alami pada kondenser spiral ini bekerja tanpa konsumsi energi listrik tambahan, sehingga sangat ramah lingkungan.

“Sistem pirolisis ini memastikan asap tidak terbuang sia-sia, sementara filter asap bertugas menyaring senyawa berbahaya sehingga kualitas asap cair yang dihasilkan menjadi lebih baik dan layak digunakan,” tambahnya menekankan keunggulan alat tersebut.

Oleh karena itu, penggunaan alat ini membuka peluang diversifikasi produk bagi pelaku UMKM perikanan. Dengan satu perangkat saja, pengguna mampu menghasilkan ikan asap sekaligus asap cair berkualitas secara bersamaan.

Selanjutnya, Polije terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan teknologi aplikatif untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Program ini menjadi bukti nyata peran akademisi dalam mengelola lingkungan serta memberdayakan masyarakat pesisir melalui teknologi terbarukan.

Akhirnya, inovasi alat pengasapan tenaga surya ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi pelaku usaha perikanan di Jember dan sekitarnya. Sinergi antara teknologi tepat guna dan pemberdayaan ekonomi menjadi kunci utama menuju kemandirian nelayan di masa depan.