
Politeknik Negeri Jember kembali menggelar Project Based Learning (PBL) Exhibition and Talkshow yang diselenggarakan Jurusan Manajemen Agribisnis, Kamis (27/11/2025), di Gedung Terpadu Agribisnis.
Acara ini menampilkan berbagai inovasi mahasiswa dalam mengolah komoditas pangan, hortikultura, dan peternakan berbasis bahan lokal. Kegiatan rutin semester genap tersebut menjadi ajang pembuktian kreativitas sekaligus latihan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia usaha.
Dennisa Augustifanya Putri, salah satu peserta, menegaskan bahwa PBL menjadi pengalaman penting dalam mengembangkan jiwa wirausaha.
“Saya membuat produk rolade dari bahan lokal dan mengangkatnya menjadi produk yang bernilai jual. Dari PBL, saya belajar manajemen waktu, kerja sama tim, hingga pemasaran,” ujarnya.
Ia berharap produknya dapat diterima masyarakat dan berencana mengurus legalitas seperti PIRT dan sertifikasi halal.
Menurut Taufik Hidayat, S.E., M.Si., produk yang dipamerkan merupakan hasil kolaborasi praktikum dari beberapa mata kuliah pada Program D3 dan Sarjana Terapan Manajemen Agribisnis.
“Proyek PBL ini memanfaatkan bahan lokal, terutama olahan ayam serta sumber hayati nabati dan hewani. Kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan jiwa kewirausahaan melalui produk nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh produk diharapkan terus dikembangkan hingga memiliki nilai ekonomi dan layak dipasarkan dengan dukungan perizinan resmi.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerjasama Polije, Agus Riyanto, S.E., M.Si.
“Kegiatan PBL menampilkan beragam produk hasil business planning mahasiswa yang mengolah bahan nabati dan hewani menjadi produk siap konsumsi yang halal dan bergizi. Kami berharap produk-produk ini dapat dipasarkan lebih luas, baik di lingkungan Polije maupun masyarakat Jember, dengan dukungan mitra strategis,” tuturnya.
Dalam sesi talkshow, tiga narasumber dari berbagai sektor turut memberikan wawasan praktis terkait inovasi agribisnis dan peluang pasar. RR Widhawati, S.P., dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menekankan pentingnya kreativitas dalam mengolah komoditas lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing.
Perwakilan CV Mak Enak Indonesia, Cholila Widya Hapsari, membagikan pengalaman dalam mengelola bisnis pangan berbasis UMKM hingga mampu menembus pasar lebih luas.
Sementara itu, Haseadi Zulkarnain dari PT Tagani Sukses Makmur memberikan gambaran kebutuhan industri terhadap produk-produk inovatif yang konsisten dalam kualitas dan legalitas.
Dengan antusiasme mahasiswa serta dukungan narasumber dan institusi, PBL Exhibition and Talkshow semakin memperkuat peran Jurusan Manajemen Agribisnis dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal menuju ketahanan pangan berkelanjutan.