
Tim dosen Manajemen Agribisnis Kampus 5 Ngawi melaksanakan program pengabdian masyarakat untuk menginisiasi Pasar Lawasan Ngawi di Bumi Perkemahan Seloondo, Desa Ngrayudan. Program ini berfokus pada penguatan budaya, pengembangan pariwisata, dan inovasi pangan lokal melalui pendekatan kreatif. Pasar Lawasan ini direncanakan menjadi agenda rutin yang terselenggara setiap Ahad Wage.
Kegiatan ini memberikan pendampingan bagi paguyuban UMKM setempat. Mereka mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, sekaligus menata kembali potensi budaya dan wisata Desa Ngrayudan.
Ketua tim pengabdian, Elis Rahmawati M.S., S.ST., M.P, bersama Getta Hayyuning Mangesti, dan Moh. Syahrul Munir, menegaskan bahwa pelibatan masyarakat secara langsung adalah kunci utama.
“Pendampingan ini membangun rasa percaya diri warga terhadap budaya mereka. Ketika identitas tampil, potensi wisata dan ekonomi ikut tumbuh,” ujar Elis.
Suasana alam Seloondo berpadu dengan konsep pasar lawasan, sehingga masyarakat dapat memperkenalkan tradisi lokal dalam bentuk yang lebih menarik dan berdaya jual. Warga Desa Ngrayudan menunjukkan antusiasme tinggi.
“Kami senang akhirnya punya ruang menunjukkan potensi desa. Pendampingan membuat kami yakin event Ahad Wage ini bisa bersaing,” ungkap pelaku UMKM.
Ketua Paguyuban UMKM Ngrayudan, Ifanali Fajrin, S.Pd, menyatakan harapannya agar program ini menjadi pemantik keberlanjutan ekonomi kreatif desa.
“Masyarakat punya kemampuan, hanya perlu dorongan dan pendampingan. Pasar Lawasan memberi peluang agar UMKM mandiri dan menarik wisatawan,” tutur Ifanali.
Melalui kegiatan ini, Pasar Lawasan Ngawi diharapkan mampu menjadi ruang kreatif yang menyatukan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Desa Ngrayudan sebagai tujuan wisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Ngawi. Dukungan dari berbagai pihak juga terus mengalir demi kelancaran acara rutin setiap Ahad Wage ini.