
Pimpinan Politeknik Negeri Jember (Polije) dan program Skills for Competitiveness (SS4C) dari Swisscontact melaksanakan sesi terfokus guna membahas pengembangan strategis Teaching Factory (TEFA) dalam kerangka kerja sama 2026–2027.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan kunci kedua institusi, termasuk Kiki Hendarin, Agung Wahyono, Ph.D., dan Dr. Yossi Wibisono, S.TP., MP.
Dalam pembahasan tersebut, peran TEFA sebagai pusat pembelajaran terapan ditegaskan kembali sebagai prioritas utama institusi. Diskusi menyoroti peningkatan model operasional TEFA, mencakup struktur tata kelola, pengaturan staf, dan penyelarasan standar industri.
Pimpinan Polije menyatakan bahwa pengembangan TEFA ini merupakan komitmen institusi untuk menjadikan Polije sebagai model pendidikan politeknik terapan nasional.
“Polije menegaskan komitmennya untuk memajukan TEFA sebagai model nasional bagi pendidikan politeknik terapan, memperkuat posisi kami sebagai benchmark pelatihan vokasi berkualitas tinggi di Indonesia,” ujar Pimpinan Polije.
TEFA Dairy Processing disoroti sebagai model unggulan (flagship) yang mewakili reputasi kuat Polije di sektor pertanian dan teknologi pangan. Peningkatan yang direncanakan mencakup peningkatan fasilitas dan penyempurnaan modul pengajaran agar sejalan dengan standar vokasi internasional.
Perwakilan SS4C menggarisbawahi bahwa keunggulan dalam implementasi TEFA berkontribusi signifikan terhadap kompetensi mahasiswa, daya serap lulusan, dan relevansi industri. Kiki Hendarin (Deputy Program Manager SS4C) menegaskan peran TEFA sebagai pilar utama JAP 2026-2027.
“Keunggulan implementasi TEFA sangat menentukan kompetensi mahasiswa, daya serap lulusan, dan relevansi industri. Oleh karena itu, TEFA akan tetap menjadi pilar sentral dalam JAP 2026–2027, memastikan fokus pada keberlanjutan dan digitalisasi,” jelas Kiki Hendarin.
Kedua institusi sepakat bahwa kemajuan TEFA harus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, inovasi digital, dan keterampilan yang selaras dengan tuntutan pasar kerja masa depan. Sesi diakhiri dengan kesepakatan bersama mengenai poin-poin aksi kunci yang akan diformalkan di bawah JAP.