
Sanitasi yang buruk pada industri pangan rumahan menjadi titik kritis yang berdampak langsung pada mutu produk dan kesehatan konsumen. Sebelum adanya intervensi, industri ikan pindang di Puger Kulon menghadapi kendala serius pada sistem pembuangan air limbah.
Sistem yang belum tertata baik itu menyebabkan genangan di area produksi, menimbulkan bau tidak sedap, serta memicu risiko kontaminasi tinggi, yang merupakan masalah fundamental yang harus segera diatasi agar produk olahan ikan tersebut layak bersaing di pasar modern.
Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berhasil melakukan intervensi signifikan. Tim PkM yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si., melakukan perbaikan menyeluruh pada unit usaha “Bani Maliki” milik Malik di Desa Puger Kulon.
Perbaikan mencakup penataan ulang ruang produksi, perbaikan total saluran pembuangan limbah, hingga penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja.
Prof. Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si., menekankan bahwa sanitasi adalah faktor krusial dalam industri pangan rumahan.
“Kualitas produk sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan. Jika sanitasi dan pembuangan limbah tidak baik, risiko kontaminasi meningkat drastis,” ujar Prof. Budi.
Ia menambahkan bahwa seluruh perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan standar mutu. “Dengan perbaikan ini, industri milik Pak Malik dapat berproduksi lebih aman, higienis, dan memenuhi standar,” tegas Prof. Budi.
Malik, pemilik industri, menyambut gembira hasil intervensi tersebut dan menyampaikan apresiasi tinggi atas bantuan Polije. Ia mengakui lingkungan kerja kini jauh lebih nyaman dan aman.
“Perbaikan sanitasi ini sangat membantu kelancaran proses produksi dan membuat area kerja menjadi jauh lebih nyaman bagi para pekerjanya,” ungkap Malik.
Program PkM Polije ini menjadi contoh konkret bagaimana peran perguruan tinggi vokasi dapat membantu UMKM pangan untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan kerja, sejalan dengan standar keamanan pangan yang berlaku.