Polije Terima Kunjungan dari Polsri untuk Benchmarking BLU dan Tefa

Politeknik Negeri Jember (Polije) menerima kunjungan silaturahmi dari rombongan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang dipimpin oleh Muhammad Husni Mubarok, S.E., M.Si., Ak., CA., selaku Wakil Direktur II Polsri.

Rombongan terdiri dari unsur senat, ketua jurusan, serta perwakilan akademik. Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan memperdalam pemahaman terkait pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), penyelarasan tata kelola keuangan, peran senat, serta implementasi Teaching Factory (Tefa).

Kegiatan berlangsung selama dua hari Selasa hingga Rabu, 18–19 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Senat, Lantai 3 Gedung Asih Asah Asuh, Politeknik Negeri Jember.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda Benchmarking Senat Polsri, khususnya Komisi 2, untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan institusi berbasis BLU yang berjalan di Polije.

Dalam kesempatan ini, Muhammad Husni Mubarok menyampaikan pandangannya mengenai tujuan dan manfaat kegiatan ini.

“Kami datang untuk belajar langsung mengenai praktik pengelolaan BLU dan Tefa di Polije. Banyak hal yang bisa kami adopsi, terutama terkait efektivitas tata kelola dan kesiapan infrastruktur,” ujarnya.

Ia kemudian menambahkan pandangan mengenai kolaborasi antarlembaga yang semakin penting bagi penguatan tata kelola pendidikan vokasi.

“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan Polije. Semoga kerja sama ini terus terjalin dan memberi manfaat bagi kedua institusi,” kata Muhammad Husni Mubarok.

Di sisi lain, setelah menyambut rombongan di ruang sidang dan memberikan gambaran umum mengenai profil institusi, Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., sekalu Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polije, mewakili pimpinan Polije, menegaskan pentingnya sinergi dalam pengembangan pengelolaan BLU dan Tefa.

“Polije dan Polsri memiliki banyak kesamaan dalam struktur dan pola pengelolaan. Karena itu, pertemuan ini menjadi ruang saling belajar yang sangat strategis,” ungkapnya.

Ia juga menekankan komitmen Polije untuk terus berbagi pengalaman dan membuka ruang diskusi yang produktif.

“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman terkait BLU, tata kelola keuangan, maupun TEFA. Semoga praktik yang kami jalankan dapat memberikan inspirasi,” tambahnya.

Selama dua hari pelaksanaan, rombongan Polsri berdiskusi langsung dengan unit-unit terkait, meninjau fasilitas TEFA, serta menggali praktik terbaik yang relevan untuk diterapkan di institusi mereka.

Pertemuan ini diharapkan memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan berbasis BLU, dan mendorong pengembangan Teaching Factory yang lebih optimal di lingkungan politeknik.