Polije Kuatkan Industri Pindang Rakyat Lewat Standar GMP dan Modernisasi

Tim pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Pelatihan dan Pendampingan Industri Pindang Rakyat Berbasis Good Manufacturing Practices (GMP). Kegiatan yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Budi Hariono ini berlangsung di Industri Pindang Berkah Alif Maulana Putra, Puger Kulon, Jember, pada 16 November 2025, bertujuan meningkatkan kualitas dan higienitas produk.

Kegiatan ini difokuskan pada modernisasi fasilitas dan penguatan kapasitas pekerja. Langkah utama yang dilakukan adalah penggantian bak pemasak dan bak air panas dengan material stainless steel (food-grade) untuk menjamin kebersihan dan mencegah kontaminasi produk pindang.

Prof. Budi Hariono menegaskan bahwa peningkatan fasilitas adalah langkah awal yang sangat penting untuk mencapai standar keamanan pangan yang lebih tinggi bagi industri kecil tersebut.

“Peralatan yang higienis adalah fondasi keamanan pangan. Ketika fasilitas ditingkatkan, kepercayaan konsumen juga meningkat,” ujarnya.

Selain perbaikan fasilitas, tim juga memberikan pelatihan penerapan GMP yang menyeluruh, mulai dari kebersihan personal hingga kewajiban menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, celemek, dan sepatu boots di area produksi.

Dr. Ir. Abi Bakri, M.Si., Anggota Tim Polije, menekankan bahwa perubahan pada kebiasaan dan perilaku pekerja saat melakukan proses produksi merupakan faktor kunci keberhasilan penerapan standar GMP di lapangan.

“GMP bukan hanya soal alat, tetapi komitmen pekerja menjaga kebersihan setiap hari,” jelas Dr. Abi Bakri.

Sementara itu, Dr. Ir. Mukhammad Fauzi, M.Si., Kolaborator dari UNEJ, menambahkan bahwa produk pindang yang diproses dengan standar keamanan pangan yang tinggi akan memiliki dampak positif pada nilai jual dan kemampuan produk untuk bersaing di pasar yang lebih luas dan modern.

“produk pindang yang diproses dengan standar keamanan pangan yang tinggi, semakin tinggi nilai jualnya,” katanya.

Pemilik Industri Pindang Berkah Alif Maulana Putra menyambut baik pendampingan ini, menilai modernisasi fasilitas serta pelatihan pekerja memberikan dampak nyata. Industri pindang ini kini siap memasuki pasar yang lebih luas, didukung pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendikbudristek.