Mahasiswa Polije Berdayakan Petani Situbondo Lewat Pertanian Terpadu

Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menunjukkan kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui program “Mahasiswa Berdampak”, mereka melaksanakan pelatihan pertanian terpadu di Desa Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo menjadi salah satu wilayah dengan potensi pertanian tinggi namun masih menghadapi keterisolasian geografis.

Program ini didanai oleh Kemendiktisaintek 2025 dan berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian berbasis Integrated Farming. Tim pengabdian diketuai oleh Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.Kom., bersama dua dosen pendamping dan 34 mahasiswa lintas jurusan.

Beragam kegiatan dilakukan, mulai dari pelatihan budidaya tembakau dan kopi, dua komoditas unggulan Desa Tamankursi, hingga Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan pupuk organik cair jenis PGPR menggunakan bahan alami melalui proses fermentasi.

Ketua Kelompok Tani Edelweis, Taufik, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi para petani yang selama ini masih bergantung pada pupuk kimia.

“Selama ini petani cenderung menggunakan cara-cara lama tanpa perencanaan pengelolaan lahan yang baik. Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami jadi tahu alternatif pupuk organik yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Wahyu Kurnia Dewanto menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu di lapangan sekaligus berkontribusi nyata kepada masyarakat.

“Program Mahasiswa Berdampak diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan sekaligus berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin aktivitas mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan keilmuan teknis, tetapi juga mengasah kepedulian sosial dan semangat kolaboratif. Polije berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang berorientasi pada pertanian berkelanjutan dan kemandirian desa di wilayah pedesaan.