
Politeknik Negeri Jember (Polije) terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi di bidang pendidikan vokasi. Dalam podcast Resona Scientech yang digelar di kampus Polije, Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP., M.P. memaparkan berbagai upaya kampus dalam mengembangkan produk pangan berbasis protein hewani, salah satunya melalui program Teaching Factory (Tefa) Milk.
Menurut Saiful Anwar, Polije berkomitmen untuk fokus pada bidang agro-technotropika yang menjadi kekuatan utama perguruan tinggi vokasi tersebut.
“Bangsa Indonesia tidak akan pernah bergeser sebagai bangsa agraris. Karena itu, Polije berkomitmen memperkuat ketahanan pangan dari hulu hingga hilir, terutama lewat inovasi produk berbasis peternakan dan pangan hewani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep Teaching Factory menghadirkan suasana industri di lingkungan kampus agar mahasiswa dapat belajar sesuai dengan standar kerja industri sesungguhnya. Salah satu hasil nyata dari konsep tersebut adalah Tefa Milk, sebuah unit pembelajaran berbasis industri yang memproduksi susu pasteurisasi dan susu UHT.
“Melalui Tefa Milk, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung terlibat dalam proses produksi, riset, dan pengembangan produk. Inilah bentuk nyata pembelajaran vokasi yang aplikatif,” jelas Saiful.
Tefa Milk kini telah menjadi pusat riset dan inovasi produk susu yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta mitra industri. Beberapa perusahaan besar seperti PT Greenfields dan Mitra Tani 27 telah menjalin kerja sama dengan Polije untuk mengembangkan produk susu dan kemasan yang lebih inovatif.
Selain itu, Saiful menambahkan bahwa Polije juga membuka peluang kemitraan dengan masyarakat, khususnya peternak sapi perah, dalam penyediaan bahan baku susu segar.
“Kami ingin agar inovasi yang lahir di kampus tidak berhenti di laboratorium. Melalui pemberdayaan peternak lokal, Tefa Milk bisa menjadi jembatan antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat,” tuturnya.
Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 botol per proses, Tefa Milk diharapkan mampu menjadi model pengembangan industri kecil menengah berbasis kampus yang berorientasi pada riset dan pengabdian masyarakat.
Saiful menegaskan bahwa keberadaan Tefa Milk bukan hanya mendukung pembelajaran mahasiswa, tetapi juga memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
“Kami ingin Polije menjadi pusat inovasi vokasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian pangan nasional,” pungkasnya.