
Politeknik Negeri Jember (Polije) mencatat tonggak sejarah penting dalam perjalanan internasionalisasi kampus dengan menerima dua mahasiswa pascasarjana internasional pertamanya Haji Shaban Maligisa dari Tanzania dan Mohammedalghali Alhafiz Mohammedalnour Albakri dari Sudan. Pencapaian ini mencerminkan komitmen kuat Polije dalam mewujudkan visinya menjadi Politeknik Unggul Agroteknotropika berdaya saing ASEAN.
Kedua mahasiswa tersebut secara resmi memulai studi mereka di program pascasarjana Polije, berfokus pada ilmu pertanian terapan dan inovasi. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat atmosfer akademik global di kampus, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kualitas pendidikan dan penelitian Polije di bidang teknologi pertanian.
Haji Shaban Maligisa dan Mohammedalghali Alhafiz Mohammedalnour Albakri menyatakan kegembiraan mereka untuk belajar di Indonesia dan mendalami teknologi pertanian dalam konteks agroteknotropika sebuah konsep yang menekankan kemajuan pertanian yang berkelanjutan dan berbasis teknologi di wilayah tropis.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Polije, Agung Wahyono, Ph.D., menyambut hangat kedatangan mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini menandakan langkah penting dalam memposisikan Polije sebagai institusi yang diakui secara global.
“Kehadiran mahasiswa pascasarjana internasional memperkaya komunitas akademik kami dan mendorong kolaborasi global yang lebih kuat dalam riset pertanian terapan,” ujar Agung Wahyono.
Dr. Agung juga menyoroti bahwa Polije tetap berdedikasi untuk menyediakan lingkungan akademik suportif yang memupuk pemahaman antarbudaya, inovasi, dan kolaborasi. Penerimaan mahasiswa dari Tanzania dan Sudan ini menandai permulaan kerja sama akademik internasional yang lebih mendalam, terutama dalam mengatasi tantangan pertanian global melalui teknologi dan keberlanjutan.
Melalui pencapaian ini, Polije terus memperluas jaringan globalnya dan membuka jalan bagi kolaborasi, kemitraan riset, dan pertukaran akademik di masa depan memperkuat perannya sebagai politeknik yang inovatif, berorientasi internasional, dan berkomitmen memajukan pendidikan pertanian berkelanjutan.