Polije Tinjau Haida Tiongkok Perkuat Program 2+1+1 Peternakan

Dalam upaya meningkatkan kolaborasi internasional, Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan kunjungan ke Haida Company di Jiangsu, Tiongkok. Prof. Wang dan dosen Polije meninjau perusahaan tersebut sebagai bagian dari implementasi program 2+1+1 dengan Jiangsu Agri Animal Husbandry Vocational College (JSAHVC). Kunjungan ini berfokus memberikan paparan industri dan pengalaman praktis kepada mahasiswa.

Delegasi Polije disambut hangat oleh manajemen Haida dan perwakilan JSAHVC. Selama kunjungan, tim Polije mengamati fasilitas produksi perusahaan, sistem manajemen mutu, dan model pelatihan industri Haida. Diskusi juga mengeksplorasi peluang magang dan jalur rekrutmen potensial bagi lulusan Polije.

Polije dan JSAHVC mengadakan dialog terfokus untuk mensinkronkan kurikulum dengan kebutuhan Haida. Upaya ini memastikan mahasiswa menerima pembelajaran yang seimbang menggabungkan pengetahuan teori di kampus dengan praktik industri langsung. Sinkronisasi kurikulum ini bertujuan menghasilkan lulusan yang kompeten secara global.

Manajemen Haida menyatakan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan kembali komitmen mereka mendukung inisiatif kolaboratif bersama Polije. Mereka menekankan pentingnya pelatihan berbasis teknologi dan transfer pengetahuan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor peternakan modern.

Dosen dari Program Studi Agribisnis Ternak berpartisipasi aktif dalam diskusi, menjajaki peluang penelitian terapan dan pengembangan profesional melalui pelatihan bersama. Kunjungan ini menjadi langkah strategis Polije dalam memperluas jaringan industri internasionalnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Polije untuk menjadi Politeknik Unggulan Agroteknotropika berdaya saing ASEAN. Polije menekankan sinergi antara akademisi dan industri sebagai fondasi utama untuk menghasilkan profesional yang adaptif dan inovatif.

Melalui kunjungan ke Haida, Polije tidak hanya memperkuat implementasi program 2+1+1, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Peluang tersebut mencakup penelitian terapan, magang internasional, dan pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri.