
Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 di Aula Utama pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam menyatukan pemahaman seluruh sivitas akademika mengenai arah kebijakan, visi, dan misi pengembangan kampus lima tahun ke depan.
Ketua Tim Taskforce Renstra Polije, Dr. Elly Kurniawati, S.TP., M.P., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penyusunan Renstra dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan analisis internal dan eksternal, sehingga program yang dihasilkan benar-benar berbasis data dan relevan dengan kebutuhan institusi.
Menurut Dr. Elly, Rencana Strategis Polije 2025–2029 disusun secara sistematis agar mampu menjawab tantangan pendidikan vokasi di era global.
“Dokumen Rencana Strategis Polije 2025–2029 telah ditetapkan melalui SK Direktur Nomor 719-PR-17-PR-2025 dan akan terus disempurnakan agar selaras dengan Rensra Kemendikbudristek Nomor 40 Tahun 2025,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan Renstra akan sangat bergantung pada sinergi dan komitmen seluruh unit di lingkungan Polije. Kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa menjadi kunci utama dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim Taskforce Renstra yang telah mempersiapkan dokumen strategis tersebut. Ia menilai kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan dan pengembangan kampus menuju fase ketiga pembangunan institusi pada 2030–2034.
Dalam sambutannya, Saiful menekankan bahwa perencanaan merupakan fondasi utama bagi setiap langkah pengembangan kampus, baik dalam pembangunan fisik, sistem informasi, perluasan akses pendidikan, maupun kerja sama internasional.
“Pelaksanaan program tidak akan berjalan optimal tanpa perencanaan yang matang dan berbasis data,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saiful juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat inovasi dan pelestarian nilai-nilai sejarah kampus.
“Perencanaan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi wujud dari mimpi dan arah besar Polije menuju lembaga vokasi unggul dan berdaya saing global,” tegasnya.
Melalui sosialisasi Renstra 2025–2029, Polije menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi Politeknik unggul di bidang agroteknopreneurship yang mampu bersaing di tingkat ASEAN.
Dengan sinergi seluruh elemen kampus, Polije optimistis dapat mewujudkan visi pembangunan pendidikan vokasi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.