
Mahasiswa Teknik Energi Terbarukan sukses menciptakan SIPIRO, alat pengasapan ikan ramah lingkungan berbasis solar cell yang mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menghasilkan produk samping bernilai jual berupa pyroliquid oil.
Inovasi ini dikembangkan selama dua bulan sebagai solusi atas permasalahan umum dalam pengasapan ikan konvensional yang masih boros energi dan mencemari udara.
Ketua tim pengembang, Mohamad Anggis Safii Wijaya, menjelaskan bahwa alat ini dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil agar lebih produktif dan berkelanjutan.
“Kehadiran SIPIRO diharapkan bisa menjadi solusi bagi para pengusaha ikan asap tradisional agar lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Teknologi SIPIRO mengandalkan panel surya sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan blower pemantik api dan sistem pendingin. Prosesnya memanfaatkan ruang pengasapan tertutup dengan filter tiga lapis dan saluran kondensasi berbasis material alami, sehingga mengurangi emisi sekaligus menjaga kualitas produk ikan asap.
Salah satu anggota tim, Artha Widiastuti, menambahkan bahwa inovasi ini membawa perubahan signifikan dalam waktu dan hasil produksi.
“Dengan sistem kondensasi dan penyaring polusi alami, SIPIRO mempercepat proses pengasapan hingga 50 persen serta mampu mengubah asap menjadi asap cair bernilai jual, tanpa risiko kebakaran,” jelasnya.
Dosen pembimbing Dr. Ahmad Fauzi menilai teknologi ini sebagai langkah nyata penerapan energi terbarukan untuk mendukung UMKM sektor pangan.
“SIPIRO menjadi contoh konkret bagaimana inovasi vokasi dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Ke depan, tim berencana memperluas penerapan teknologi SIPIRO ke berbagai daerah pesisir guna mendorong transformasi hijau di sentra produksi ikan asap tradisional di Indonesia.