Polije Terapkan Fingerprint dan Pelatihan Budidaya Melon untuk Warga Rambipuji

Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan program pengabdian masyarakat 2025 dengan menerapkan sistem fingerprint di Unit Produksi dan Akuntansi (UPA) Pertanian Terpadu. Program yang melibatkan delapan perwakilan warga Desa Rambipuji ini juga mencakup pelatihan budidaya melon di Smart Green House Polije.

Ir. Refa Firgiyanto, S.P., M.Si., Kepala UPA Pertanian Terpadu, mengkonfirmasi dampak positif penerapan teknologi ini.

“Rekap harian kini jauh lebih tertib dan mudah dipantau. Dampaknya langsung terasa pada ketepatan waktu serta kelancaran jadwal kerja,” ujarnya.

Dua perangkat fingerprint berhasil diterapkan di empat unit Teaching Factory (TEFA) meliputi Smart Green House, Peternakan, Kebun Inovasi, dan Bunga Krisan. Sistem ini mengatasi masalah pencatatan kehadiran manual yang sebelumnya menyulitkan proses rekap administrasi dan pembagian shift kerja.

Ratih Puspitorini Yekti Ambarkahi, S.E., M.M., Ketua Tim Pengusul, menjelaskan konsep program yang terintegrasi.

“Pelatihan kami rancang praktis dan aplikatif. Satu jalur untuk ketertiban kehadiran, satu jalur untuk peningkatan keterampilan budidaya,” jelasnya.

Warga Rambipuji yang terdiri dari kelompok tani dan anggota PKK mendapatkan pelatihan komprehensif budidaya melon. Materi mencakup penyemaian, pemupukan, pemangkasan, perambatan, pengendalian hama terpadu, hingga teknik panen dan grading.

Implementasi sistem fingerprint berdampak signifikan pada ritme operasional harian. Di unit Peternakan membantu penjadwalan pakan dan sanitasi, sementara di Kebun Inovasi memperlancar sinkronisasi perbanyakan bibit.

Program ini menegaskan komitmen Polije dalam memperkuat tata kelola berbasis data yang transparan dan meningkatkan kapasitas masyarakat desa melalui kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan komunitas.