Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije) berhasil mengembangkan inovasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik di Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono.
Program yang diketuai Elok Kurnia Novita Sari, S.TP., M.P. ini menjadi solusi tepat guna untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan sekaligus menyediakan energi terbarukan bagi masyarakat desa.
Elok Kurnia Novita Sari, S.TP., M.P., menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah ternak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat mampu mengelola limbah peternakan secara mandiri, mengubahnya menjadi sumber energi dan pupuk organik yang bermanfaat. Dengan demikian, peternakan rakyat tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan dan bernilai tambah,” jelas Elok.
Program ini melibatkan pembuatan biodigester skala kecil yang mengubah kotoran sapi menjadi biogas melalui proses fermentasi anaerob. Hasil samping pengolahan berupa slurry dimanfaatkan menjadi pupuk organik padat dan cair yang memiliki nilai ekonomis. Inovasi ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Sumberwaru yang menyatakan
“Dengan adanya pelatihan ini, warga jadi tahu bahwa limbah tersebut bisa menjadi sumber energi dan pupuk yang bermanfaat.”
Selain mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga menawarkan solusi terhadap ketergantungan masyarakat terhadap LPG yang harganya terus meningkat. Pupuk organik hasil olahan slurry pun membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, serta poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Ke depan, program ini ditargetkan dapat menjadikan Desa Sumberwaru sebagai desa binaan mandiri energi dan pertanian berkelanjutan.