Mesin Pengiris Semi-Otomatis Polije Dongkrak Produksi Keripik Singkong KTH Bondowoso

Kelompok Tani Hutan (KTH) Talang Rejo Tiga di Kabupaten Bondowoso berhasil meningkatkan produktivitas produksi keripik singkong secara signifikan berkat mesin pengiris semi-otomatis hasil inovasi Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije).

Inovasi yang dikembangkan di bawah pimpinan Ir. Didiek Hermanuadi, MT ini menjadi solusi atas keterbatasan produksi yang selama ini mengandalkan metode manual.

Ir. Didiek Hermanuadi, MT selaku ketua tim menjelaskan keunggulan teknologi tepat guna ini.

“Mesin pengiris semi-otomatis ini dirancang khusus untuk memudahkan proses produksi keripik singkong. Dengan teknologi sederhana namun efektif, mesin ini mampu meningkatkan efisiensi waktu dan menghasilkan irisan yang seragam, sehingga kualitas keripik pun semakin baik,” jelasnya.

Sebelumnya, proses pengirisan singkong masih dilakukan secara tradisional dengan hasil tidak seragam dan kapasitas terbatas. 

Suyitno, Ketua KTH Talang Rejo Tiga, mengakui transformasi yang terjadi setelah adanya mesin ini.

“Kami sangat terbantu dengan adanya mesin ini. Kalau dulu sehari hanya bisa mengiris sekitar 20 kilogram singkong, sekarang bisa tiga kali lipat lebih banyak dengan hasil yang seragam dan rapi,” ungkapnya.

Evaluasi menunjukkan peningkatan produktivitas dan kualitas keripik singkong mencapai 300 persen. Dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Cabang Bondowoso memperkuat program pemberdayaan masyarakat hutan ini. KTH Talang Rejo Tiga kini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi tepat guna dapat meningkatkan kesejahteraan petani hutan.

Ke depan, KTH Talang Rejo Tiga dan Polije berencana memperluas pasar melalui pelatihan pemasaran digital dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Harapannya, keripik singkong khas Bondowoso ini dapat menjadi produk unggulan berbasis hasil hutan yang dikenal luas masyarakat.