
Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi masyarakat Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, dalam mengembangkan potensi wisata alam Puncak Badean. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada pelatihan manajemen sarana prasarana wisata, pengembangan kuliner café lokal, dan penerapan konsep Sapta Pesona untuk meningkatkan daya saing destinasi.
Ketua pelaksana, Degita Danur Suharsono, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan.
“Puncak Badean memiliki potensi luar biasa. Kunci utamanya adalah pengembangan fasilitas, tata kelola café, dan peningkatan kualitas pelayanan untuk menjadikannya destinasi favorit wisatawan,” ujarnya.
Pelatihan kuliner melibatkan masyarakat dalam menciptakan menu inovatif berbahan lokal. Purnanto, Kepala Desa Badean, menyambut baik inisiatif ini.
“Kami berterima kasih atas pendampingan Polije. Warga kini memahami tata kelola fasilitas wisata dan café dengan baik, serta mampu menerapkan Sapta Pesona dalam pelayanan,” ungkapnya.
Melalui pendekatan partisipatif, tim juga mengajak masyarakat menerapkan tujuh unsur Sapta Pesona aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan untuk menciptakan pengalaman berwisata yang berkesan. Pendampingan mencakup penataan area wisata dan identifikasi spot foto baru.
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan pemerintah desa ini diharapkan dapat mengangkat Puncak Badean sebagai destinasi hits baru di Jember yang mengusung konsep wisata alam edukatif dan ramah lingkungan.