
Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan inovasi lampu perangkap hama tenaga surya bagi petani padi di Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berjudul “Studi Efektivitas Lampu Perangkap Hama Padi Tenaga Surya dalam Konteks Ekologi Pertanian” dan dilakukan bekerja sama dengan Kelompok Tani Bimo Rowo.
Ketua Tim Pengabdian, Khen Dedes, S.Tr.Kom., M.T., menekankan pentingnya solusi teknologi tepat guna yang aplikatif bagi petani.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan di lapangan. Petani dapat memanfaatkan energi matahari yang melimpah untuk melindungi tanaman mereka tanpa menambah beban biaya listrik,” ujarnya.
Inovasi ini menjawab permasalahan klasik petani padi berupa tingginya serangan hama serangga yang selama ini bergantung pada pestisida kimia. Lampu perangkap tenaga surya bekerja dengan memanfaatkan cahaya LED berintensitas tertentu untuk menarik serangga hama pada malam hari. Serangga yang tertarik akan masuk ke dalam perangkap dan tidak dapat keluar kembali.
Sebelum pemasangan alat, tim melakukan survei lapangan bersama Kelompok Tani Bimo Rowo untuk memahami pola tanam, jenis hama dominan, serta kebiasaan petani.
“Kami sangat berterima kasih karena alat ini membantu kami mengurangi ketergantungan pada pestisida. Sekarang kami bisa menjaga hasil panen tanpa merusak tanah dan lingkungan,” jelas Bowo, Ketua Kelompok Tani Bimo Rowo
Salah satu dosen pendamping, Akas Bagus Setiawan, S.Kom., M.MT., menjelaskan integrasi teknologi informasi dalam pengembangan alat ini.
“Dengan integrasi teknologi informasi, petani tidak hanya menggunakan alat ini sebagai perangkap, tetapi juga sebagai sumber data yang membantu pengambilan keputusan,” jelasnya.
Tim mengembangkan sistem monitoring berbasis sensor yang mampu merekam jumlah serangga terperangkap setiap malam untuk memantau tren serangan hama secara real-time.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya menekankan aspek penerapan teknologi, tetapi juga pendekatan ekologi pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan kelompok tani, Polije berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem pertanian berbasis teknologi informasi menuju pertanian berkelanjutan di Kabupaten Jember.