
Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 2025 di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Kegiatan ini berfokus pada penerapan Smart Branding untuk meningkatkan daya saing produk kopi lokal.
Ketua Pelaksana PkM, Choirul Huda, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci agar petani mampu memperluas jangkauan pasar.
“Pemanfaatan teknologi digital bukan sekadar mengikuti tren, tapi kebutuhan agar kopi lokal punya nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Kegiatan bertema Transformasi Digital UMKM ini disambut antusias masyarakat dan pemerintah desa. Kepala Desa Suco, H. Taufik Hidayat, mengapresiasi langkah Polije yang membantu petani keluar dari ketergantungan pada tengkulak.
“Kegiatan ini membuka pandangan baru agar kopi kami tidak lagi dijual murah,” katanya.
Selain branding, tim PkM juga melatih petani dalam pengolahan pascapanen dan pemasaran digital. Dosen Annisa Lutfi Alwi, M.Sc., menekankan pentingnya pengolahan mandiri agar kopi memiliki nilai tambah.
“Petani harus mampu mengolah kopi sendiri agar manfaat ekonominya lebih besar,” jelasnya.
Sebagai dukungan konkret, Polije menyerahkan satu unit mesin pemecah kopi kepada Kelompok Tani Kopi Desa Suco. Ketua kelompok, Bambang Heru Sukarwan, mengaku termotivasi untuk memperluas pasar hingga level nasional.
Melalui kegiatan ini, Polije menegaskan perannya dalam menghubungkan teori dan praktik lapangan, sekaligus memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri, inovatif, dan kompetitif di era digital.