Polije Berdayakan UMKM Gadung Arjasa Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk

Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan program pengabdian masyarakat bagi pelaku UMKM olahan gadung di Desa Arjasa, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, pada September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi keripik dan tepung gadung secara higienis, sekaligus memperkenalkan diversifikasi produk olahan agar bernilai tambah tinggi. Peserta juga dibekali keterampilan branding, strategi pemasaran, dan pengemasan modern untuk meningkatkan daya saing di pasar.

Ketua Tim Pengabdian Huda Oktafa, S.TP., M.P. menjelaskan bahwa pelaku UMKM gadung masih menghadapi kendala pada teknik produksi tradisional dan pemasaran terbatas.

“Melalui program ini, kami ingin membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas dan kualitas produk agar aman, higienis, serta memiliki strategi pemasaran digital yang mampu menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.

Tim pengabdian terdiri dari Ratih Putri Damayati, S.Gz., M.Si., Ayu Febriyatna, S.ST., M.Gizi, serta mahasiswa Hilyatus Fathiyah Afni Febriana dan Dimas Dwi Ardiansyah. Para peserta dilatih menerapkan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik), mulai dari pemilihan umbi gadung, proses perendaman air kapur untuk mengurangi HCN, pengeringan dengan rumah pengering, hingga pengemasan menarik sesuai standar label pangan.

Selain itu, pelatihan juga mencakup pembuatan tepung gadung higienis dan inovasi olahan seperti kue sagu keju, telur gabus, muffin, dan mie gadung. Peserta dibimbing mendesain kemasan modern serta diperkenalkan teknik pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.

Pemilik UMKM keripik gadung, Abu Darrin, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu.

“Sebelumnya kami hanya memproduksi secara sederhana dan menjual di pasar desa. Sekarang kami tahu cara produksi higienis, membuat olahan baru, hingga memasarkan lewat media sosial,” ujarnya.

Diharapkan hasil pelatihan ini mampu menjadikan produk olahan gadung Desa Arjasa sebagai produk unggulan khas Jember yang berdaya saing tinggi di pasar nasional.