Refleksi Kolektif Tutup Sesi Produksi Yoghurt di Workshop Internasional Polije

Hari keempat workshop internasional di Politeknik Negeri Jember (Polije) ditutup dengan sesi refleksi bersama terkait rangkaian kegiatan produksi yoghurt. Peserta diajak meninjau kembali praktik Problem-Based Learning (PBL) serta penyusunan Standard Operating Procedures (SOPs) yang telah dijalani sebelumnya.

Dalam forum ini, peserta menyampaikan umpan balik mengenai keunggulan maupun hal-hal yang perlu ditingkatkan dari setiap sesi. Diskusi berlangsung interaktif, menandai keterlibatan aktif peserta sejak awal hingga akhir kegiatan.

Dosen Polije menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta sekaligus menyambut baik kritik konstruktif dari konsultan Skills for Competitiveness (S4C). Mereka menekankan bahwa masukan semacam ini sangat penting untuk menyempurnakan materi ajar agar semakin relevan di berbagai konteks pembelajaran.

Para peserta juga mengakui manfaat paparan terhadap standar internasional. Menurut mereka, wawasan tersebut dapat menjadi pijakan dalam mengadaptasi praktik terbaik sesuai kebutuhan masing-masing institusi atau lingkungan kerja.

Dialog yang terbangun menunjukkan pentingnya memadukan perspektif global dengan kebutuhan lokal. Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat kualitas pedagogi sekaligus meningkatkan relevansi hasil pembelajaran dengan kebutuhan industri.

Menutup hari dengan penuh semangat, sesi refleksi menegaskan kembali semangat kolaborasi yang telah menjadi ciri khas workshop internasional ini. Suasana terbuka dan dialogis terbukti mendukung budaya perbaikan berkelanjutan serta inovasi dalam pendidikan pengolahan hasil ternak, khususnya produk susu fermentasi.