Polije Tutup Hari Ketiga Workshop dengan Sesi Refleksi Produksi Susu Steril

Hari ketiga workshop di Politeknik Negeri Jember (Polije) ditutup dengan sesi refleksi yang mempertemukan dosen, peserta, dan konsultan untuk mengevaluasi rangkaian pembelajaran produksi susu steril. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengonsolidasikan pengetahuan, berbagi pengalaman, sekaligus merumuskan arah perbaikan ke depan.

Para dosen Polije menyambut masukan dengan terbuka, menegaskan komitmen mereka terhadap peningkatan berkelanjutan dalam metode pengajaran. Mereka menekankan bahwa kejelasan instruksi serta penguatan strategi pemecahan masalah akan menjadi fokus pada sesi problem-based learning (PBL) selanjutnya. Format reflektif ini mendorong terjadinya dialog jujur dan pembelajaran kolaboratif.

Konsultan Skills for Competitiveness (S4C) kembali menekankan pentingnya refleksi sebagai bagian esensial dari siklus belajar. Mereka mengapresiasi kesiapan Polije untuk terus beradaptasi dan menyempurnakan praktik, sebuah sikap yang dinilai penting bagi institusi yang menargetkan standar keunggulan global.

Peserta juga menyampaikan apresiasi terhadap rangkaian kegiatan hari itu, khususnya kesempatan membandingkan proses sterilisasi dengan pasteurisasi. Perspektif komparatif ini memperkaya pemahaman mereka tentang teknologi pengolahan susu sekaligus menegaskan perbedaan praktis dalam menjaga keamanan pangan dan memperpanjang umur simpan produk.

Diskusi menyoroti pentingnya membudayakan refleksi baik dalam pengajaran maupun pelatihan industri. Dengan mengajak peserta menilai bukan hanya apa yang mereka pelajari tetapi juga bagaimana mereka belajar, Polije menunjukkan komitmen dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dalam pendidikan vokasi.

Bagi para dosen, sesi refleksi juga berfungsi sebagai feedback loop yang sangat berharga. Pandangan peserta akan menjadi masukan langsung dalam penyempurnaan rencana pembelajaran dan praktik laboratorium, sehingga kualitas capaian belajar terus meningkat.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan strategi Polije dalam mengintegrasikan keunggulan akademik dengan relevansi industri. Dengan menempatkan praktik reflektif di samping pelatihan teknis, Polije memperkuat reputasinya sebagai politeknik yang visioner, menghasilkan lulusan tidak hanya dengan keahlian teknis tetapi juga kemampuan berpikir adaptif.

Menutup hari ketiga, peserta meninggalkan ruangan dengan rasa pencapaian yang lebih dalam—membawa keterampilan praktis, pengetahuan teoretis, sekaligus wawasan reflektif. Sesi ini menegaskan visi Polije sebagai politeknik unggulan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menumbuhkan kapasitas untuk pembelajaran sepanjang hayat dan inovasi.