
Sesi siang pada hari ketiga workshop di Politeknik Negeri Jember (Polije) berfokus pada penyusunan Standard Operating Procedures (SOP) untuk produksi susu steril. Kegiatan ini melanjutkan pembelajaran berbasis masalah (PBL) di pagi hari, dengan menekankan pentingnya dokumen terstruktur guna menjamin keamanan produk, konsistensi mutu, serta kepatuhan terhadap standar industri.
Dipandu dosen Polije, peserta diajak menyusun SOP secara bertahap, mulai dari penerimaan bahan baku, proses sterilisasi, pengemasan, hingga penyimpanan. Para pengajar menekankan bahwa SOP bukan hanya menjadi acuan belajar mahasiswa, tetapi juga dasar bagi penerapan quality assurance di dunia industri pangan.
Diskusi kelompok menjadi inti kegiatan, di mana peserta bekerja sama merancang SOP dengan fokus pada aspek higienitas, keamanan pangan, dan protokol pengendalian mutu. Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan komitmen Polije dalam memadukan pembelajaran akademis dengan praktik nyata di lapangan.
Konsultan Skills for Competitiveness (S4C) turut memberi masukan berharga, mendorong Polije untuk menyesuaikan SOP dengan standar internasional. Saran tersebut memperkuat ambisi Polije membangun jejaring kerja sama global sekaligus memastikan dokumen SOP yang dihasilkan sesuai dengan ekspektasi industri.
Di akhir sesi, peserta mempresentasikan rancangan SOP masing-masing kelompok dan langsung mendapatkan umpan balik dari dosen serta konsultan. Proses ini membantu menyempurnakan dokumen hingga menjadi instrumen praktis yang siap digunakan dalam pelatihan maupun kegiatan produksi.
Menurut dosen Polije, pengembangan SOP memiliki peran ganda: sebagai alat pembelajaran di kampus sekaligus standar profesional di industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan dengan keterampilan manajerial dan teknis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Workshop ini sekaligus menegaskan visi Polije sebagai politeknik unggulan yang mengintegrasikan standar global dalam operasional teaching factory. Dengan begitu, Polije memperkuat reputasinya sebagai pusat inovasi dan pendidikan vokasi yang mampu mencetak lulusan siap industri dan berdaya saing internasional.