
Memasuki hari ketiga workshop, Politeknik Negeri Jember (Polije) menyelenggarakan sesi problem-based learning (PBL) mengenai produksi susu steril di Teaching Factory (TEFA) Milk. Kegiatan ini melanjutkan rangkaian sebelumnya tentang pasteurisasi dan penyusunan SOP, dengan fokus pada perbedaan teknis serta nilai industri dari proses sterilisasi.
Dipandu dosen Polije, peserta mendapatkan penjelasan detail mengenai tahapan sterilisasi, mulai dari prinsip penggunaan suhu tinggi untuk menjamin keamanan produk hingga manfaat perpanjangan masa simpan. Penjelasan tersebut dipadukan dengan praktik langsung mengoperasikan peralatan sterilisasi, sehingga teori dapat dipahami sekaligus diterapkan secara nyata.
Konsultan dari Skills for Competitiveness (S4C) turut hadir dan memberikan apresiasi atas kejelasan penyampaian materi oleh tim Polije. Mereka menilai integrasi antara penjelasan ilmiah dengan demonstrasi langsung menjadi kekuatan dalam meningkatkan keterlibatan peserta sekaligus efektivitas pembelajaran.
Rizki Amalia Nurfitriani, S.Pt., M.Si., dosen Polije, menegaskan bahwa metode PBL berbasis praktik di TEFA memberikan pengalaman belajar yang komprehensif.
“Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami konsep sterilisasi secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya langsung. Model pembelajaran seperti ini sangat penting untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tuntutan industri,” ujarnya.
Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba sendiri proses sterilisasi. Menurut dosen Polije, pola pembelajaran interaktif ini mencerminkan kesiapan institusi dalam menghadapi tantangan industri sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan kritis, adaptif, dan berdaya saing global.
Melalui sesi ini, Polije menegaskan komitmennya untuk mengembangkan Teaching Factory sebagai jembatan antara akademisi dan industri. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari visi Polije sebagai politeknik unggulan di Indonesia yang mampu menghasilkan lulusan kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional.