
Hari kedua workshop di Politeknik Negeri Jember (Polije) diisi dengan sesi Problem-Based Learning (PBL) tentang produksi susu pasteurisasi di Teaching Factory (TEFA) Milk. Kegiatan ini memberi pengalaman nyata mulai dari pengolahan susu segar hingga menjadi produk pasteurisasi siap konsumsi.
Dosen Polije memandu peserta dengan demonstrasi langsung, meliputi pengendalian suhu, standar kebersihan, dan prinsip keamanan pangan. Peserta juga ikut mengoperasikan peralatan pasteurisasi di bawah bimbingan instruktur.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi Polije, Agung Wahyono, SP, M.Si., Ph.D., menegaskan pentingnya integrasi teori dan praktik.
“Kami ingin mahasiswa menguasai sains dan keterampilan teknis sekaligus. Itulah keunggulan pembelajaran berbasis masalah di Polije,” ujarnya.
Sesi ini turut mendapat masukan dari konsultan Skills for Competitiveness (S4C) yang menilai metode interaktif mampu mendorong peserta aktif bertanya dan memecahkan masalah.
Agung menambahkan, kolaborasi internasional ini memperkuat komitmen Polije untuk menghasilkan lulusan kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri pangan.
Melalui PBL, Polije membuktikan komitmennya menghadirkan pembelajaran inovatif yang relevan dengan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing di level global.