Polije Dukung Inovasi Pengasapan Ikan di Sampang

Program Studi Manajemen Agroindustri Politeknik Negeri Jember (Polije) berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dengan dukungan hibah kompetitif nasional dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek.

Sasaran kegiatan adalah kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) Mina Olahan yang sejak 2021 mengembangkan usaha pengasapan ikan. Selama ini, proses produksi mereka masih menggunakan metode pengasapan terbuka yang kurang efisien dan mencemari lingkungan. Polije bersama tim UTM hadir membawa solusi melalui teknologi pangan terapan.

Cindiah Syahnaz, dosen Polije yang terlibat dalam tim, menegaskan pentingnya dukungan teknologi tepat guna.

“Kami ingin agar produk olahan ikan asap memiliki standar kualitas yang lebih baik, aman konsumsi, dan memiliki daya saing di pasar lokal maupun luar daerah,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, tim menyerahkan tungku pengasap ikan modern, vacuum sealer, dan freezer. Selain itu, kelompok juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik produksi higienis, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar mampu memperluas jangkauan produk.

Kolaborasi ini diapresiasi oleh mitra. “Terima kasih dengan adanya alat yang telah diberikan sangat bermanfaat bagi kami, sehingga produk olahan kami dapat berkembang lebih luas lagi,” kata Maghfiroh, perwakilan Poklahsar Mina Olahan.

Dukungan serupa juga disampaikan Zainul Jannah, petugas penyuluh perikanan Kabupaten Sampang, yang menilai program ini sebagai langkah tepat mendorong penguatan potensi lokal.

Partisipasi Polije tidak hanya berhenti pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada pendampingan berkelanjutan. Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa, kegiatan ini sejalan dengan semangat kampus vokasi untuk menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Kolaborasi lintas perguruan tinggi seperti ini memberi nilai tambah sekaligus memperkuat implementasi MBKM,” tambah Cindiah.