
Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Ngusikan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Polije dalam mendukung transformasi IPTEK untuk masyarakat pedesaan.
Program yang diketuai Dr. Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd., dari Unesa ini turut melibatkan dosen Polije Kampus 3 Nganjuk, Purbowo, S.Agr., M.P. Sasaran utamanya adalah kelompok wanita tani yang diberdayakan melalui pelatihan pemanfaatan nasi sisa menjadi rice crackers dan tepung beras.
Purbowo menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari kepedulian terhadap banyaknya nasi yang tidak termanfaatkan dalam acara sosial masyarakat seperti kenduren maupun buwuhan.
“Melalui sentuhan teknologi pangan, kami menghadirkan konsep Zero Waste sekaligus mendukung pencapaian SDGs ke-12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan,” ujarnya.
Peserta kegiatan dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti sesi sosialisasi, praktik produksi, pengemasan, fotografi produk, hingga pemasaran digital. Mereka juga dibekali keterampilan menggunakan gawai untuk menghasilkan foto produk yang menarik dan berdaya jual di marketplace.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh, menyampaikan apresiasi kepada pihak pendukung. “Kami berterima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek yang mendukung hibah kompetitif nasional tahun 2025. Dengan dukungan ini, program dapat berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Koordinator PPL BPP Ngusikan, Zuhrotul Lailis Sa’adah, S.Pt., M.Agr., menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Upaya pemberdayaan perempuan seperti ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan potensi desa menuju one village one product,” tuturnya.