
Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan diseminasi teknologi peternakan terkini berbasis Internet of Things (IoT) di Kelompok Ternak Wringin Makmur. Program ini fokus pada penerapan sistem pengendali amonia dan nitrit di kandang ayam broiler untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus menekan angka kematian ternak.
Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Nur Muhamad, S.Pt., M.Sc, menjelaskan kegiatan ini mencakup pelatihan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama peternak.
“Agenda pelatihan sistem pengendali nitrit dan amonia berbasis IoT ini dihadiri seluruh anggota Kelompok Ternak Wringin Makmur. Kami juga memberikan simulasi penggunaan sistem kendali di kandang broiler,” ujarnya.
Tim pengabdian terdiri dari empat dosen Polije, yaitu Dyah Laksito Rukmi, S.Pt., M.Si., Rallyanta Tarigan, S.E., M.Si., Helda Jaya Puspita, S.Pt., M.M., dan Dr. Dety Oktavia Sulistiono, S.Si., M.Si. Mereka memberikan pendampingan intensif agar teknologi dapat dioperasikan secara mandiri oleh peternak.
Ketua Kelompok Ternak Wringin Makmur, Candra, menyampaikan rasa syukurnya atas program ini.
“Kami sangat antusias berkolaborasi dengan Polije. Selama ini kendala kami adalah tingginya kadar amonia dan nitrit yang menyebabkan mortalitas ayam meningkat. Dengan adanya teknologi IoT ini, kadar bisa terpantau secara realtime dan kematian ternak dapat ditekan,” katanya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan keterampilan peternak dalam mengoperasikan sistem kendali lingkungan kandang. Polije menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat.