
Politeknik Negeri Jember (Polije) mendampingi ibu-ibu PKK Kapasan, Sidoarjo, menciptakan inovasi produk abon bandeng bonggol pisang sebagai solusi pemanfaatan limbah sekaligus peningkatan ekonomi keluarga. Program ini berlangsung sejak Mei hingga Desember 2025 di Laboratorium Kewirausahaan MID PSDKU Sidoarjo.
Ketua tim, Cindia Hasyahnaz, menjelaskan ide pemanfaatan bonggol pisang muncul setelah melihat harga bandeng yang relatif tinggi dan banyaknya limbah yang belum termanfaatkan.
“Dengan menambahkan bonggol pisang, biaya produksi bisa ditekan 20–25 persen tanpa mengurangi gizi produk,” jelasnya.
Inovasi ini mendapat sambutan positif dari anggota PKK. Salah satu peserta menuturkan,
“Selama ini bonggol pisang hanya dibuang. Sekarang justru bisa menjadi bahan bernilai ekonomi.”
Selain produksi, tim Polije juga melatih pemasaran digital melalui WhatsApp Business, Instagram, Facebook, hingga marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Peserta diajak membuat foto produk menarik, caption promosi, serta strategi penjualan daring.
“Sekarang tangan kami yang memegang HP bisa menjadi toko 24 jam,” ungkap seorang anggota PKK.
Dengan dukungan Polije, ibu-ibu PKK Kapasan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga peluang memperluas pasar. Program ini diharapkan memperkuat perekonomian keluarga, mengurangi limbah, serta mendorong inovasi produk lokal berbasis potensi desa.