
Tim dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Curahlele, Kecamatan Balung, untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK dengan tujuan mengurangi sampah organik sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Tim dosen yang terlibat berasal dari Jurusan Manajemen Agribisnis, Produksi Pertanian, dan Kesehatan, serta melibatkan mahasiswa sebagai pendamping. Ketua PKK Desa Curahlele, Ma’ratus Sholihah Abdul Hamid, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Selain memberdayakan ibu rumah tangga, pelatihan ini membuat sampah lebih berguna. Pupuknya bisa dipakai sendiri atau dijual untuk menambah penghasilan,” ujarnya.
Program berjalan bertahap sejak Juli 2025, mulai dari penyuluhan, pelatihan pembuatan pupuk, hingga pendampingan pengemasan dan manajemen usaha sederhana. Antusiasme peserta tinggi, bahkan mereka membawa sendiri bahan organik dari rumah.
“Saya tidak menyangka kulit sayur dan buah bisa dijadikan pupuk. Nantinya bisa saya pakai untuk menanam cabai agar lebih hemat,” kata Wafi’, salah satu peserta.
Ketua tim, Ariesia Ayuning, berharap kegiatan ini berlanjut dan menginspirasi masyarakat lain.
“Kami ingin pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik terus berkembang agar lingkungan lebih bersih dan masyarakat lebih mandiri,” ungkapnya.