
Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan program pengabdian masyarakat bagi UMKM Kerupuk Pule di Desa Curah Lele, Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi, menghadirkan inovasi rasa, serta memperkuat strategi pemasaran digital agar produk kerupuk memiliki daya saing lebih tinggi.
Ketua tim, M. Rizal Permadi, S.Gz., M.Gizi., menjelaskan bahwa mitra masih menghadapi kendala, mulai dari proses tradisional, standar kebersihan rendah, pengeringan lama, hingga pemasaran yang terbatas di pasar lokal.
“Melalui program ini, kami ingin UMKM kerupuk menghasilkan produk higienis, efisien, dan mampu menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.
Dalam pelatihan, peserta mempraktikkan tahapan produksi sesuai standar CPPOB, mulai dari pemilihan bahan baku, pembuatan adonan, pengukusan, hingga pengemasan. Tim juga memperkenalkan inovasi rasa baru, seperti pedas, terasi, bawang, udang, dan ketumbar, yang disambut antusias oleh pelaku UMKM.
Metode pengeringan juga ditingkatkan dengan penggunaan rumah pengering model kabinet (solar dryer direct). Teknologi ini memangkas waktu pengeringan dari dua hari menjadi 8–9 jam, menjaga kebersihan, serta meningkatkan kapasitas produksi.
Selain itu, UMKM Kerupuk Pule dibekali strategi pemasaran modern melalui desain kemasan menarik, pembuatan merek, dan pemanfaatan platform digital seperti Shopee dan Tokopedia.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami kini lebih percaya diri memasarkan produk secara online,” ungkap Bu Halimah, pelaku UMKM mitra.
Melalui pendampingan ini, Polije berharap kerupuk pule tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga menjadi oleh-oleh khas Jember yang mampu bersaing di pasar nasional.