
Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui dosen Jurusan Produksi Pertanian melaksanakan program pengabdian masyarakat bertema “Akselerasi Pengembangan Budidaya Jeruk Berkelanjutan di Kelompok Tani Ngudi Rejeki melalui Rejuvenasi Tanaman, Pengendalian Hama Terpadu, dan Penguatan Kelembagaan.”
Program ini hadir karena produksi jeruk petani Ngudi Rejeki menurun drastis. Dari potensi 40–60 kg per pohon, hasil panen hanya sekitar 25 kg akibat usia tanaman menua, serangan hama, dan lemahnya kelembagaan petani. Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan, terutama ketika harga jeruk turun saat panen raya.
Ketua tim pelaksana, Ir. Refa Firgiyanto, S.P., M.Si., menyebut program ini sebagai kelanjutan dari pengabdian sebelumnya.
“Fokus kami pada peremajaan tanaman, pengendalian hama ramah lingkungan, dan penguatan kelembagaan agar petani tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memiliki daya saing lebih kuat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan Teaching Factory Kebun Inovasi Polije, program ini berhasil meremajakan kebun jeruk, menekan serangan hama, dan meningkatkan produktivitas. Petani juga mulai mengadopsi teknologi pertanian modern.
Ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki menyampaikan apresiasi atas pendampingan tersebut.
“Jeruk kami kini lebih produktif, serangan hama berkurang, dan hasil panen meningkat. Program ini memberi harapan besar untuk pengembangan usaha tani kami,” katanya.
Program ini mendapat dukungan hibah PNBP Polije 2025 melalui skema PkM Teaching Factory dan melibatkan dosen hortikultura seperti Fandyka Yufriza Ali, Leli Kurniasari, Ir. M. Bintoro, serta Estin Roso Pristiwaningsih.
Melalui sinergi kampus dan petani, Polije berharap budidaya jeruk berkelanjutan di Jember dapat terwujud sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.