
Petani jeruk di Kecamatan Semboro kini tidak hanya mengandalkan penjualan buah segar. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) mendorong petani di Desa Sidomekar untuk mengolah jeruk menjadi produk bernilai tambah sekaligus memasarkan lewat internet.
Ketua kelompok tani Petani Unggul, Abdul Muhin, menyambut baik program yang dilaksanakan oleh tim dari Polije.
“Program ini menjadi solusi atas masalah panen raya yang sering membuat harga jeruk anjlok di pasaran,” ujarnya.
Para petani kini dilatih mengolah jeruk menjadi minuman serbuk, soft candy, hingga cookies jeruk. Menurut Abdul Muhin, inovasi tersebut memperpanjang umur simpan buah sekaligus membuka peluang pasar baru yang lebih menjanjikan.
“Selain mengolah jeruk, kami juga diberi keterampilan pemasaran digital untuk meningkatkan pendapatan,” tambahnya.
Selain inovasi produk, tim pengabdian juga membekali petani dengan kemampuan digital marketing. Aulia Brillianatina, S.TP., M.P., anggota tim pengabdian, berharap dengan kegiatan ini dalam memberikan nilai manfaat bagi petani Desa Sidomekar.
“Dengan strategi pemasaran modern, hasil olahan jeruk bisa menjangkau konsumen lebih luas.”
Anggota tim lainnya, Arisona Ahmad, S.E., M.S.Ak, menambahkan bahwa pemasaran digital membuka peluang besar.
“Pemasaran tidak hanya di lingkup lokal, tetapi bisa menembus pasar nasional,” ungkapnya.
Ketua tim pengabdian, Irene Ratri Andia Sasmita, S.TP., M.P., menyatakan bahwa hilirisasi produk dan digitalisasi pemasaran adalah kunci peningkatan nilai ekonomi petani.
“Kami ingin kelompok tani tidak hanya menjual jeruk segar dengan harga fluktuatif, tetapi mampu menghasilkan produk turunan yang bernilai tinggi dan dipasarkan secara digital,” jelasnya.
Para petani mengaku optimis dengan program ini. Mereka menilai keterampilan baru dalam pengolahan dan digitalisasi pemasaran akan menjadi bekal penting untuk mengatasi masalah panen raya sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.