Polije Perkuat Kolaborasi dengan KUD Blitar, Tefa Milk Jadi Pusat Rujukan

Politeknik Negeri Jember (Polije) semakin memperkuat perannya sebagai kampus vokasi yang menyiapkan lulusan kompeten melalui pengembangan Teaching Factory (Tefa). Salah satu unggulan Polije, Tefa Milk, kini resmi menjadi pusat rujukan pembelajaran dan pengembangan produk olahan susu setelah menjalin kolaborasi strategis dengan KUD Blitar melalui mitra CV Kerjen Rukun Santoso.

Direktur CV Kerjen Rukun Santoso, Ahmad Ruzal Mualifin, menilai Tefa Milk memiliki potensi luar biasa. Menurutnya, fasilitas pembelajaran berbasis mini industri ini tidak hanya relevan untuk mahasiswa, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Tefa Milk bukan hanya sarana belajar, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bisa dikerjasamakan dengan industri. Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menegaskan bahwa sinergi dengan industri adalah kunci keberhasilan pendidikan vokasi. Ia menyebut, kolaborasi dengan KUD Blitar dan CV Kerjen Rukun Santoso menjadi wujud nyata link and match antara kampus dan dunia usaha.

“Kolaborasi tidak hanya pada penyediaan bahan baku, tetapi juga on farm dan teknologi pengolahan susu. Dengan sinergi ini, Polije mampu menghasilkan produk inovatif sekaligus lulusan yang benar-benar siap kerja,” tegasnya.

Sebagai pusat rujukan nasional, Tefa Milk didukung peralatan berstandar industri dan sistem produksi modern. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar sekaligus berlatih dalam lingkungan kerja nyata, sehingga kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Selain itu, produk Tefa Milk juga telah memenuhi standar mutu sehingga berpeluang dikembangkan lebih luas bersama mitra industri.

Melalui kerja sama dengan KUD Blitar, Polije semakin mantap menjadikan Tefa sebagai model pembelajaran terintegrasi yang menggabungkan teori, praktik, dan kewirausahaan. Ke depan, Polije menargetkan Tefa Milk tidak hanya menjadi pusat rujukan nasional, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan industri susu di tingkat regional dan internasional.